Jimly Asshiddiqie: Mari Kita Berdoa Untuk Harun Al Rasyid

Rabu, 13 Agustus 2014 – 11:32 WIB
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) Prof Harun Al Rasyid. Getty Images

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Majelis Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, menyampaikan duka yang sangat mendalam atas berpulangnya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) Prof Harun Al Rasyid.

"Almarhum merupakan pakar yang banyak menyumbang ketatanegaraan kita (Indonesia,red). Oleh karena itu kita panjatkan doa mudah-mudahan diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya saat membuka sidang ketiga dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu presiden di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (13/8).

BACA JUGA: Prabowo Tak Miliki Legal Standing, Pilpres Terancam Diulang

Di hadapan 14 pengadu dan teradu masing-masing Komisioner KPU dan jajarannya, serta Bawaslu, Jimly mengatakan mantan penasihat Presiden Abdurrahman Wahid tersebut meninggal dunia di usia 84 tahun pada Selasa (12/8) malam, sekitar Pukul 23.45 WIB.

Untuk sementara jenazah almarhum disemayamkan di kediamannya, Kompleks Perumahan Dosen UI di Rawamangun, Jakarta Timur.

BACA JUGA: Prof Harun Al Rasyid, Tokoh yang Berpendirian Teguh Telah Tiada

"Tadi pagi (Rabu,red) saya baru menghadiri takziah beliau," katanya.

Diketahui, Harun meninggal karena mengalami sakit. Rencananya beliau akan disalatkan di Mesjid At Taqwa terlebih dahulu, sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Penggilingan Layur, Jakarta Timur, Rabu siang. Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. (gir/jpnn)

BACA JUGA: Warisi Persoalan Ekonomi, Jokowi Prioritaskan Agenda Kerakyatan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tuntaskan Pengangkatan Honorer K2, MenPAN & RB Diminta Buat Bukti Tertulis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler