JOB PPEJ Maksimalkan Produksi di Blok Tuban

Kamis, 07 September 2017 – 07:29 WIB
Ilustrasi eksplorasi minyak. Foto: AFP

jpnn.com, TUBAN - Masa kontrak blok Tuban memang akan berakhir pada Januari 2018.

Namun, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) tetap berupaya memaksimalkan produksi.

BACA JUGA: Sucofindo dan PDPDE Kerja Sama Garap Jalur Migas Sumsel

Admin Manager JOB PPEJ Endang Retnowati menyatakan bahwa pihaknya tetap berusaha memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah harga minyak yang belum membaik.

Salah satu upayanya adalah memperbaiki sumur migas di lapangan Sukowati di Kabupaten Bojonegoro dan Lapangan Mudi, Kabupaten Tuban, untuk melawan penurunan alamiah.

BACA JUGA: Industri Hulu Migas Tunggu Langkah Pemerintah

Sebagaimana yang telah diketahui, ada 35 sumur yang aktif dikelola JOB PPEJ saat ini.

Perinciannya, 26 sumur di lapangan Sukowati dan sembilan sumur di Lapangan Mudi.

BACA JUGA: Industri Hulu Migas Utamakan Pengusaha Lokal

Melalui upaya-upaya perbaikan dan pemeliharaan sumur tersebut, sampai saat ini pihaknya dapat memberikan kontribusi produksi minyak pada kisaran sepuluh ribu bopd.

’’JOB PPEJ terus berusaha bisa menghasilkan kontribusi kenaikan lifting migas secara nasional,’’ katanya.

Humas SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Priandono Hernanto mengungkapkan, hingga kini produksi minyak terbesar secara nasional berasal dari Jawa Timur.

’’Hingga hari ini, Jawa Timur mampu menghasilkan 250 ribu barel di antara total produksi nasional sekitar 800 ribu barel minyak per hari,’’ jelasnya.

Mayoritas didapat dari Bojonegoro dan Tuban.

Dia menyebutkan, produksi minyak siap jual atau lifting minyak di Indonesia secara nasional hanya 800 ribu barel per hari.

Namun, tingkat konsumsi masyarakat secara keseluruhan hampir mencapai 1,5 juta barel minyak per hari.

’’Jadi, sisanya dapat dari mana kalau tidak impor? Sampai saat ini, Indonesia menjadi negara yang krisis energi,’’ ujarnya.

 Priandono menjelaskan, sebelumnya produksi 800 ribu barel minyak per hari masih bisa mencukupi kebutuhan domestik.

’’Makanya, dulu bisa kita ekspor. Kalau sekarang, ampun,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini persentase cadangan minyak Indonesia terhadap dunia adalah 0,21 persen.

Produksi Indonesia terhadap minyak dunia berkontribusi 0,91 persen.

Konsumsi Indonesia terhadap minyak dunia mencapai 1,69 persen.

Sekjen Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Arif Gunawan menuturkan, sektor migas sebenarnya memiliki efek berganda bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

Mulai pemanfaatan produk lokal hingga transaksi melalui perbankan nasional.

Sektor tersebut merupakan salah satu kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang pernah mencapai USD 23,7 miliar pada 2016. (car/c14/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lifting Migas Jeblok, Pemerintah Jorjoran Insentif


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler