Joe Biden: Putin Tidak Meragukan Kekuatan NATO, tetapi..

Rabu, 22 Februari 2023 – 23:42 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Kepresidenan Ukraina, Kiev, Senin (20/2). Foto: Evan Vucci / POOL / AFP

jpnn.com, WARSAWA - Presiden Joe Biden menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat untuk Ukraina dan perlunya kesatu paduan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dalam pidatonya di Warsawa, Polandia, Selasa (21/2).

“Setahun setelah pecahnya perang, (Presiden Rusia Vladimir) Putin tidak lagi meragukan kekuatan koalisi kita, tetapi dia masih meragukan keyakinan kita, dukungan kita untuk Ukraina, kesatuan Ukraina. NATO tidak akan terpecah belah. Kita tidak akan terpecah belah. Demokrasi dunia akan menjaga kebebasan hari ini, esok, dan selamanya,” kata Biden.

BACA JUGA: Sempat Tersandung, Joe Biden Sigap Merangkul Pinggang Jokowi

Biden yang berada di Warsawa sehari setelah mengunjungi Ukraina secara mendadak mengatakan bahwa setiap anggota NATO harus mengingatkan Rusia bahwa serangan terhadap salah satu anggota NATO adalah sama dengan serangan terhadap semua anggota (NATO)."

"Itu adalah sumpah suci. AS akan mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO," tegas Biden.

BACA JUGA: Kunjungan Biden ke Ukraina Mengagetkan Amerika, Begini Cara Gedung Putih Merahasiakannya

Menegaskan bahwa Ukraina adalah bangsa yang kuat, Biden menuding Putin tidak mau demokrasi dunia menguat, melainkan melemah.

"Pada masa yang menantang ini, penting untuk siapa kita berpihak. Polandia tahu itu, Anda tahu betul apa itu solidaritas," tutur Biden, memuji dukungan Polandia untuk Ukraina.

BACA JUGA: Mendadak Kunjungi Ukraina, Joe Biden Janjikan Bantuan Rp 7,5 T

“Nafsu sang otokrat tidak bisa terpuaskan. Itu harus dilawan. Otokrat hanya mengerti satu kata: Tidak....Kebrutalan tidak akan pernah mengubah keinginan untuk bebas. Ukraina tidak akan pernah menjadi kemenangan bagi Rusia. Tidak pernah,” kata Biden menambahkan.

Biden juga berbicara tentang bagaimana membuat Rusia membayar setiap kejahatan yang dilakukannya.

"Bersama-sama kita akan memastikan bahwa Rusia membayar kejahatannya, bahwa negara itu tidak akan pernah menginvasi Polandia atau negara lain mana pun," kata dia.

“Kejahatan terhadap kemanusiaan, tanpa pernah disesali, penggunaan kekerasan dan pemerkosaan sebagai senjata perang, pengeboman sekolah dan stasiun kereta api, tidak ada yang bisa mengalihkan perhatian dari kekejaman ini. Tetapi perlawanan rakyat Ukraina luar biasa. Ukraina masih bebas dan merdeka. Dari Kherson sampai Kharkov, Ukraina merebut kembali tanah mereka. Bendera biru dan kuning berkibar," tutur Biden.

Upaya bersama mendukung Ukraina, menjatuhkan sanksi kepada Rusia, dan memperkuat NATO adalah topik utama pembicaraan antara presiden AS dan Polandia di Warsawa, kata Gedung Putih.

Biden juga mengapresiasi dukungan Polandia kepada pengungsi Ukraina.

"Presiden Biden memuji dukungan Polandia yang menampung lebih dari 1,5 juta pengungsi Ukraina di komunitas mereka," demikian pernyataan dari pertemuan antara Presiden Andrzej Duda dan Biden di Istana Kepresidenan.

Pembicaraan antara kedua pemimpin juga mencakup kerja sama dalam bidang energi, termasuk energi nuklir, hubungan pertahanan bilateral, dan pentingnya nilai-nilai demokrasi yang mendasari aliansi transatlantik.

Duda berterima kasih kepada Biden atas kunjungannya ke Kiev dan Warsawa.

"Polandia aman berkat kehadiran pasukan AS dan NATO," kata dia.

Duda menekankan bahwa kedatangan Biden di Ukraina dan Polandia merupakan petunjuk jelas untuk adanya keamanan dan isyarat untuk adanya tanggung jawab AS untuk keamanan dunia dan Eropa.

"Amerika mampu menjaga tatanan dunia," kata Duda. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler