Jokowi Anggap Debat Ketiga Tidak Edukatif, Hasto Bicara Kesimpulan Media

Senin, 08 Januari 2024 – 19:53 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di kantor parpolnya, Jakarta Pusat, Senin (8/1). Aristo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Hasto Kristiyanto menyebut kesimpulan media massa dan medsos yang menyatakan pelaksanaan debat ketiga kandidat pilpres 2024 mengalami peningkatan kualitas dibandingkan sebelumnya.

Dia berkata demikian demi menjawab pertanyaan awak media menyikapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menganggap debat kandidat pada Minggu (7/1), tidak memuat unsur edukasi.

BACA JUGA: HUT PDIP Bertema Satyam Eva Jayate, Basarah: Keyakinan Politik Partai Tertuju pada Kebenaran

"Dari media, baik sosial media dan media mainstream, debat menunjukkan suatu peningkatan kualitas," kata Hasto menjawab awak media di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/1).

Dia bahkan merasa Presiden Jokowi bakal melihat semua kesimpulan yang muncul dari media dan medsos terhadap debat ketiga.

BACA JUGA: HUT ke-51 PDIP Digelar di Sekolah Partai, Jumlah Undangan Sebegini

"Misalnya, kami lihat, apakah puas, kemudian bagaimana penilaian kandidat, saya kira Presiden Jokowi akan mengikuti," kata Hasto.

Namun, Hasto merasa sependapat dengan keinginan Jokowi agar pelaksanaan debat kandidat pilpres 2024 ke depan bisa lebih baik dari sebelumnya.

BACA JUGA: Gelar HUT Ke-51, Inilah Tema yang Diangkat dan Jumlah Tamu yang Diundang PDIP

"Kami juga sependapat bahwa ke depan debat harus ditingkatkan kualitasnya sebagaimana Bapak Presiden sampaikan," kata orang dekat Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu.

Dia lantas mengungkapkan cara meningkatkan kualitas debat dengan satu di antaranya membuka sesi khusus pendalaman gagasan secara detail.

"Bagaimana cara agar debat berkualitas dan ada edukasi? Maka, harus membuka satu sesi untuk memberikan suatu peluang di dalam pengertian penyampaian gagasan yang sebenar-benarnya," ujar Hasto.

Sebelumnya, Jokowi menganggap debat ketiga kandidat pilpres 2024 tidak edukatif, karena banyak serangan bersifat personal.

Menurut dia, serang menyerang wajar dalam debat asalkan seputar kebijakan atau visi. Bukan personal.

"Saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang. Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik dan enggak mengedukasi," kata Jokowi kepada awak media di Serang, Banten, Senin ini.

Jokowi kemudian menyarankan perbaikan format debat agar pelaksanaan sawala kandidat pilpres berikutnya bisa memuat sisi edukatif.

"Saya kira akan banyak yang kecewa, sehingga debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup," ujarnya. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wahai Prabowo, Dengarlah Pernyataan Sekjen PDIP Ini soal Alutsista Era Bung Karno


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler