Jokowi Bagikan Ribuan Sertifikat Tanah di Bangka Belitung

Kamis, 14 Maret 2019 – 23:14 WIB
Presiden Jokowi saat penyerahan sertifikat tanah bagi warga Babel, Kamis (14/3). Foto: M Fathra Nazrul Islam/JPNN

jpnn.com, PANGKAL PINANG - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyerahkan 2.081 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (14/3), di GOR Sahabudin, Kabupaten Bangka Tengah.

Sejumlah 2.081 sertifikat yang diserahkan ini diperuntukkan bagi warga di tiga kabupaten/kota, yakni Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah. Secara simbolis, Presiden menyerahkan langsung sertifikat kepada 12 orang perwakilan penerima.

BACA JUGA: Pertanyaan Eriko PDIP untuk Adik-Adik PSI: Sudah Pasang Foto Jokowi?

Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat penerbitan sertifikat ini karena masih banyaknya lahan yang belum disertifikasi di seluruh tanah air.

Untuk itu, pada 2016 dirinya memerintahkan menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk menambah jumlah sertifikat yang dikeluarkan setiap tahunnya. Hasilnya, pada 2017 dari target 5 juta sertifikat, BPN mampu melampauinya dengan membagikan 5,4 juta lembar sertifikat.

BACA JUGA: Rakyat Mudah Lupa, Jokowi Tak Takut Mengobral Janji

Target itu pun terus meningkat setiap tahun. Apalagi dia masih menerima keluhan soal banyaknya sengketa lahan. Baik antarmasyarakat, antara masyarakat dengan perusahaan, maupun antara masyarakat dengan pemerintah.

"Karena apa? Masyarakat enggak pegang sertifikat, tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki," kata Jokowi.

BACA JUGA: Tanpa Beban Jelang Debat, Kiai Maruf Perkuat Dukungan di Banten

Oleh karena itu, Kepala Negara berpesan kepada para penerima agar menjaga sertifikatnya dengan baik. Serta bersikap bijak dan hati-hati jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan untuk meminjam uang ke bank.

"Mau dipakai untuk jaminan ke bank silakan. Tetapi tolong dihitung, tolong dikalkulasi bisa nyicil enggak per bulannya. Kalau enggak, enggak usah. Nanti sertifikatnya malah hilang. Tapi kalau dihitung bisa, pinjam ke bank silakan," tambah mantan wali kota Solo itu.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Buah Prabowo Tuding Kubu Jokowi di Belakang Keluarga Korban Penculikan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler