Jokowi Beri 2 Jempol, Eri Cahyadi: Ini tidak Lepas dari Perjuangan Risma

Kamis, 06 Mei 2021 – 19:27 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di hadapan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Mensos Risma, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansya dan sejumlah menteri di lokasi peresmian PSEL Benowo, Kota Surabaya, Kamis (6/5/2021) ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah berhasil membuat beroperasinya instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo, di Kota Surabaya.

Beroperasinya PSEL tidak lepas dari perjuangan Tri Rismaharini alias Bu Risma saat menjabat wali kota Surabaya.

BACA JUGA: Respons Sultan Tentang Rencana Peresmian PSEL Benowo

Hal ini diakui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Tri Rismaharini karena beliau yang membimbing dan terus berjuang tanpa mengenal lelah sehingga ini bisa berdiri dan bisa beroperasi hari ini," kata Eri Cahyadi melalui pers rilis Humas Pemkot Surabaya saat peresmian PSEL di Benowo, Surabaya, Kamis (6/5).

BACA JUGA: Jokowi Beri Tugas Besar untuk Menteri Trenggono

PSEL tersebut diresmikan Presiden Jokowi.

Turut mendampingi presiden antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACA JUGA: Berperan Wujudkan Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan, Bu Risma dapat Apresiasi dari Presiden

Eri menyampaikan bahwa tempat pembuangan akhir (TPA) di Benowo Surabaya ini sudah beroperasi sejak 2001.

Saat itu, volume sampah yang masuk dan bisa diolah di TPA seluas 37,4 hektare ini mencapai sekitar 1.600 ton per hari.

Namun, kata dia, karena Pemkot Surabaya ingin melakukan pengolahan secara efektif, maka peran serta masyarakat ditingkatkan dengan 3R (reduce, reuse, dan recycle).

"Sehingga itu dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA Benowo sampai 20 persen," kata Eri.

Namun begitu, kata dia, pihaknya masih ingin lebih efektif lagi dalam mengatasi masalah manajemen pengelolaan sampah.

Oleh karena itu, Pemkot Surabaya menggandeng PT Sumber Organik untuk bekerja sama.

Hasil kerja sama ini akhirnya menghasilkan energi listrik 11 megawatt, dengan perincian 2 megawatt melalui metode Landfill Gas Power Plant dan 9 megawatt dari Gasification Power Plant.

Presiden Jokowi pada saat peresmian PSEL mengatakan dahulu pemerintah daerah masih takut untuk bergerak merealisasikan pembangunan instalasi PSEL tersebut.

Selain dikarenakan belum adanya payung hukum yang jelas, ditambah lagi dengan kendala mengenai PP pengelolaan barang milik daerah. "Namun, memang kecepatan bekerja Pemerintah Kota Surabaya patut kita acungi jempol," kata Jokowi.

Oleh sebab itu, presiden menyatakan dari tujuh kota/kabupaten yang ditunjuk di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2018, hanya Pemerintah Kota Surabaya yang telah mampu menyelesaikannya.

"Sehingga ini selesai yang pertama dari tujuh kota yang saya tunjuk lewat peraturan presiden. Ini yang pertama jadi," ujarnya.

Sementara bagi daerah lain, masih maju mundur terkendala masalah tipping fee hingga urusan barang milik daerah.

"Saya acungi dua jempol untuk Pemerintah Kota Surabaya, baik wali kota lama maupun wali kota yang baru. Tidak mudah karena saya juga mengalami," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler