Jokowi dan Mentan Amran Hadiri Pembinaan Petani di Banyumas, Para Peserta Antusias

Rabu, 03 Januari 2024 – 20:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri kegiatan pembinaan petani dan penyuluhan di Kabupaten Banyumas. Foto: dok Kementan

jpnn.com, BANYUMAS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri kegiatan pembinaan petani dan penyuluhan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kehadiran Jokowi langsung disambut meriah dan antusias peserta kegiatan karena anggaran pupuk subsidi ditambah sebesar Rp 14 triliun.

BACA JUGA: Petani di Demak Cuma Dukung Ganjar Pranowo Jadi Presiden

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan para peserta yang hadir terdiri dari petani, penyuluh, distributor pupuk, ketua kelompok tani hingga Babinsa seluruh Jawa Tengah yang siap mendampingi jalannya peningkatan produksi pangan nasional.

"Izin bapak presiden kami laporkan peserta yang hadir dan terdaftar tadi itu kurang lebih 60 ribu, ini ketua kelompok tani se-Jawa Tengah juga hadir, kemudian ada babinsa khusus dari kabupaten Banyumas, pengecer dan ada juga distributor pupuk," kata Mentan, Selasa (2/2).

BACA JUGA: Datangi Petani di Jateng, Jokowi Janjikan Pupuk Tambahan Senilai Rp4 T

Mentan menambahkan semua persoalan yang berkaitan dengan pupuk dapat diatasi mengingat ketersediaannya ada di mana-mana.

Dengan begitu, para petani desa maupun pelosok desa dapat menggunakannya untuk kebutuhan produksi nasional.

BACA JUGA: Berkunjung ke Labuan Bajo, Gibran Serap Aspirasi Petani Lokal

"Saudara kami yang di hutan desa itu juga mendapatkan jatah pupuk yang sama setelah sebelumnya tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi, bibit dan benih. Kami bahkan sudah mencabut permentan yang diterbitkan tahun 2020 karena dinilai menghambat pengambilan pupuk oleh petani-petani kita," kata Mentan Amran.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan kepada para petani terkait perintah menambah anggaran pupuk subsidi.

Kepastian ini disampaikan eks Gubernur DKI Jakarta itu saat bertemu dengan para petani dan penyuluh se-Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas.

"Menteri pertanian sudah mengajukan kebutuhan anggaran dan dari kementerian keuangan saya harapkan agar segera direalisasikan. Kami akan berusaha untuk yang Rp 14 triliun ini segera diproses," ungkap Jokowi.

"Tadi saya tanya langsung ke Pak direktur PIHC ada 1,7 juta ton stok pupuk, dan 1,2 juta ton yang bersubsidi. Dengan begitu kami harapkan agar yang namanya pupuk sudah tidak bermasalah lagi," sambungnya.

Dia mengatakan produksi beras dapat dilakukan secara merata di seluruh Indonesia.

Dia mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi keluhan petani mengenai pupuk subsidi.

"Saya tidak ingin dengar itu, tadi Menteri Pertanian juga sudah menyampaikan belinya pupuk tidak usah memakai kartu tani boleh memakai KTP juga bisa, setuju. Target kita di Jawa Tengah ini produksi beras bisa kembali ke ranking dua lagi," kata Jokowi. (jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berdialog dengan Petani di Demak, Ganjar: Indonesia Butuh Tiga Pabrik Pupuk Baru


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler