Pak Jokowi Pengin Vaksin Corona dari Tiongkok Segera Dipakai, Prof Kusnandi: Enggak Bisa

Selasa, 21 Juli 2020 – 22:12 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19.Foto: Daily Sabah

jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Uji Klinis Vaksin Virus Corona Prof Kusnandi Rusmil mengaku ada desakan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggunakan Sinovac buatan Tiongkok secara massal di Indonesia.

Namun, Kusnandi menyatakan bahwa desakan presiden itu tidak bisa dilaksanakan.

BACA JUGA: Vaksin Virus Corona dari Oxford Diharapkan Siap Akhir Tahun 2020

"Arahan khusus dari Bapak Presiden usahakan vaksin ini cepat ada. Kalau bisa tiga bulan. Kami bilang enggak bisa tiga bulan, karena kami harus melakukan dengan hati-hati dan benar," kata Kusnandi usai menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

Menurut Kusnandi, pihaknya harus melewati tahap uji klinis sebelum menerapkannya untuk umum. Dan tata cara uji klinis itu sudah diatur secara ketat oleh WHO.

BACA JUGA: Cek Fakta Indomie Rasa Saksang Babi, Nih Penjelasannya

"Harus begini, enggak boleh dicepatin atau gimana, nanti hasilnya tidak baik dan malah nanti vaksin ini tidak terpantau efek sampingnya dan kemudian manfaatnya," kata dia.

Kusnandi yang merupakan dokter spesialis anak banyak mengerjakan tentang imunisasi dan uji klinis, mengklaim sudah meneliti vaksin lebih dari 20 tahun dan telah mengerjakan 32 uji klinis di Indonesia.

BACA JUGA: Kasus Corona di Melbourne Masih Tinggi, Denda Rp 2 Juta Bagi yang Tidak Pakai Masker

"Tadi sudah ketemu Pak Presiden dan Pak Presiden sangat menyokong uji klinis ini, yang diharapkan selesai pada Januari. Uji klinis ini fase 3," jelas dia.

Kusnandi mengatakan, Indonesia tak sendiri melakukan uji klinis terhadap vaksin Sinovac dari Tiongkok itu.

Adapun India, Bangladesh, Afrika dan Amerika Latin juga melakukan hal yang sama.

"Uji klinis yang satu dan kedua itu telah dilakukan di China dengan hasil yang baik. Nah, sekarang kita uji klinis fase 3 di beberapa negara dengan harapan semuanya akan hasilnya baik sehingga vaksin ini bisa dipergunakan," jelas dia. (tan/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler