Jokowi Ditantang Sebut Rusia dalam Pernyataan Menentang Perang

Selasa, 01 Maret 2022 – 23:57 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia Democratic Policy Satyo Purwanto menilai keterangan Presiden RI Joko Widodo setelah konflik di Ukraina-Rusia ambigu dan tidak jelas.

Sebelumnya Jokowi menuliskan twit pada Kamis (24/2) yang isinya seperti ini, "Stop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia".

BACA JUGA: Pentolan Honorer K2 Ungkit Guru Bantu jadi PNS di Era Ahok, Ingat Lagi Janji Jokowi

Menurut Satyo, Jokowi seharusnya dalam twit menuliskan Rusia ketika meminta stop perang.

"Seharusnya pernyataan seorang kepala negara bisa lebih tegas dan terang sasaran yang ingin disampaikan," kata aktivis 1998 itu saat dihubungi, Selasa (1/3).

BACA JUGA: Di Depan Polisi & Tentara, Jokowi Beber Keunggulan IKN Nusantara Ketimbang Jakarta

Satyo mengatakan bahwa tulisan Jokowi hanya sekadar imbauan. Pihak tertentu tidak punya kewajiban mematuhi keinginan kepala negara.

"Pernyataan tersebut seperti hanya sebuah slogan, frasa, imbauan. Tidak memiliki determinasi alias garing," beber dia.

BACA JUGA: Di Hadapan Jenderal TNI-Polri, Jokowi Sebut Harus Berani Meski Digugat Uni Eropa

Pengamat politik Ujang Komarudin menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menuliskan sebuah twit setelah adanya ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Ujang menilai twit Jokowi itu tidak jelas. Terlebih lagi, kepala negara tak meminta langsung kepada Rusia atau Ukraina menghentikan konflik.

"Pesan yang ambyar. Semestinya dikeluarkan atau digunakan diksi stop perang antara Rusia dengan Ukraina," kata Ujang saat dihubungi, Senin (28/2).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengatakan bahwa permintaan stop perang tanpa menyebut negara membuat makna twit Jokowi bisa menjadi umum.

"Semestinya sebagai Presiden membuat pernyataan yang jelas, tegas, dan lugas agar menghentikan atau stop perang antara Rusia dan Ukraina," beber Ujang. (ast/jpnn)


Redaktur : Adil
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler