Jokowi Gandeng Proton, Tunjuk Hendropriyono jadi Pimpro

Sabtu, 07 Februari 2015 – 05:46 WIB
Foto: dok.Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA – Ternyata, lawatan Presiden Jokowi ke Malaysia membawa misi khusus, yakni berusaha mewujudkan mobil nasional (mobnas). Di negeri jiran itu, presiden menggandeng produsen otomotif kebanggaan Malaysia, Proton.

Terobosan Jokowi itu sepertinya ingin meniru langkah Presiden Soeharto pada era 1996–1998. Saat itu Indonesia menggandeng KIA dari Korea Selatan untuk membangun industri mobil Timor dan Cakra yang akhirnya tenggelam seiring dengan lengsernya kekuasaan Soeharto.

BACA JUGA: 2015, Patok Investasi Rp 270 Triliun dan Penyerapan 15,5 Juta Tenaga Kerja

Juru Bicara Kemenlu Michael Tene yang ikut dalam rombongan presiden di Malaysia membenarkan bahwa telah ada MoU seputar mobnas dengan Proton kemarin. ”Iya, memang direncanakan,” kata Michael saat dihubungi Jumat (6/2).    

MoU itu dilakukan antara produsen mobil Malaysia, Proton Holdings Bhd, dan perusahaan yang mewakili Indonesia, PT Adiperkasa Citra Lestari. Perusahaan itu memang baru terdengar, namun tidak demikian Chief Executive Adiperkasa Abdullah Mahmud (A.M.) Hendropriyono.

BACA JUGA: Lupakan Reksadana, Pegadaian Fokus Arisan Logam Mulia

Turut menyaksikan penandatanganan MoU, antara lain, Presiden Jokowi, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, pemimpin Proton Tun Dr Mahathir Mohamad, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim, dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.

Tak disebutkan detail kesepakatan, termasuk insentif yang bakal didapat Proton dari kerja sama dengan Adiperkasa.

BACA JUGA: Pesawat Milik Bu Menteri Buka Rute Natuna-Tanjungpinang

Mengutip Berita Harian Malaysia edisi Jumat (6/2), selama ini Hendropriyono dikenal sebagai mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Hendropriyono, yang juga mantan penasihat Tim Transisi Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, ternyata berniat mengembangkan mobnas di Indonesia.

”Kerja sama ini merupakan langkah besar bagi industri otomotif Indonesia. Selain itu, akan membuka lapangan kerja yang luas bagi rakyat Indonesia,” ujar Hendropriyono.

Dengan keahlian yang dimiliki serta kesamaan budaya, purnawirawan jenderal yang dipolisikan atas kasus Talangsari itu yakin bahwa Proton bisa membantu melatih dan meningkatkan kemahiran tenaga kerja ahli untuk pasar otomotif Indonesia. (dyn/wir/c11/kim/jawapos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Optimalkan Aset, Perhutani Kerjasama dengan 6 Anak Usaha


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler