Jokowi Ingin Food Estate Jateng Punya Kelembagaan Petani yang Kuat

Kamis, 16 Desember 2021 – 10:27 WIB
Presiden RI Joko Widodo meminta kelembagaan petani di Food Estate yang berada di di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah terus diperkuat. Foto: Hortikultura

jpnn.com, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo meminta kelembagaan petani di Food Estate yang berada di di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah terus diperkuat.

Dia mengatakan kelembagaan petani nantinya akan memudahkan peningkatan daya saing dan posisi tawar dalam pemasaran.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Dorong Pengembangan Food Estate di Wonosobo

Presiden berharap hal itu mampu meningkatkan pendapatan petani.

"Kemudian harga yang ada juga tidak dipermainkan oleh para tengkulak," ujar Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan kerja sekaligus kick off perdana di dua lokasi Food Estate di Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Mentan Syahrul Ajak Petani Jateng Gerakkan Ekonomi Nasional dengan Food Estate

Eks Wali Kota Solo itu juga berjanji akan membantu petani menyiapkan bibit unggul hingga kelengkapan sarana panen.

Oleh karena itu, menurut dia, harus ada kerja sama yang baik antara petani dengan pihak swasta (offtaker) sebagai bagian dari pembeli yang sudah pasti.

BACA JUGA: Mentan SYL Dorong 2 Kabupaten Ini jadi Food Estate Berbasis Hortikultura

"Saya rasa kami ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate," kata Jokowi.

Selain itu, kata Presiden, kemampuan digitalisasi penting diterapkan pada sistem korporasi ini untuk kemudahan komunikasi, transparansi dan efisiensi.

Kawasan Food Estate di Kabupaten Temanggung tersebar di Kecamatan Bansari, Kecamatan Bulu, Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung dan Kecamatan Ngadirejo. Jenis komoditas yang terealisasi tanam cabai (22 hektare), bawang putih (179 hektare), bawang merah (137 hektare), dan kentang (satu hektare) dengan total CPCL 339 hektare.

Adapun kawasan Food Estate di Kabupaten Wonosobo, tersebar di 5 titik yakni Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Watumalang, Kecamatan Kertek, Kecamatan Garung, dan Kecamatan Kejajar. Komoditas yang dikembangkan cabai merah keriting dan cabai rawit merah (25,5 hektare), bawang putih (308 hektare), bawang merah (satu hektare), dan kentang konsumsi (lima hektare).

Adapun pemilihan lokasi ini dikarenakan kedua kabupaten tersebut memiliki tanah yang subur dalam mengembangkan komoditas hortikultura. Selain itu, Food Estate Tawon juga memiliki kesesuaian agroklimat untuk pertanaman hortikultura.

Wonosobo dikenal memiliki resource hortikultura yang cukup besar dan menjadi penyangga kebutuhan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kawasan Food Estate hortikultura Temanggung dan Wonosobo, di Jawa Tengah total area of excellence di Kabupaten Temanggung saat ini sudah mencapai 32 hektare dari sebelumnya yang hanya 30 hektare.

"Tapi baik Temanggung maupun Wonosobo pada dasarnya memiliki resource hortikultura yang cukup besar dan menjadi penyangga kebutuhan nasional," ungkap Syahrul. (jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler