Jokowi Menjadi Presiden Pertama Buka Kongres Nasional PMKRI

Kongres Kebanjiran Tokoh dan Peserta Berebut untuk Menjawab Kuis dari Presiden

Senin, 22 Januari 2018 – 15:35 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, PALEMBANG - Sejak organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) berdiri 70 tahun lalu terhitung sejak tanggal 25 Mei 1947 di Yogyakarta, Joko Widodo tercatat sebagai Presiden Pertama yang secara resmi membuka Kongres Nasional dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI.

Hal ini mengemuka saat Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI “Santo Thomas Aquinas” Periode 2016-2018, Angelo Wake Kako menyampaikan pidatonya pada saat pembukaan Kongres Nasional XXX dan Sidang MPA XXIX PMKRI di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1/2018).

BACA JUGA: Sepertinya Ini Misi Khusus Moeldoko dan Agum dari Jokowi

Dari kanan ke kiri: Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako; Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nahrawi; Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko; Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Pembukaan Kongres Nasional XXX dan Sidang MPA XXIX PMKRI di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang, Senin (22/1/2018). 

BACA JUGA: Presiden Dipastikan Membuka Kongres PMKRI di Palembang

Hal tersebut kembali disampaikan oleh pembaca acara pada saat Jokowi sapaan Presiden Joko Widodo membuka Kongres PMKRI. Pembukaan Kongres tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Presiden didampingi Menpora Imam Nahrawi, Gubernur Sumetara Selatan Alex Noerdin, dan Ketua Presidium PP PMKRI Angelo Wake Kako.

Jokowi dalam sambutannya berbicara soal keragaman Indonesia. Ia membandingkan jumlah suku yang ada di Indonesia dengan negara tetangga/sahabat seperti Singapura dan Afganistan.

BACA JUGA: Presiden Ingin Petani Jual Hasil Panen Dalam Bentuk Beras

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal, sedangkan di Singapura hanya empat suku dan Afganistan 7 suku.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, kata Jokowi, ikut berpesan kepadanya. “Kalau ada konflik antarsuku segera dan cepat, cepat, cepat harus diselesaikan,” kata Jokowi menirukan pesan simpatik Presiden Ghani itu.

Pada bagian lain sambutannya, Jokowi menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur. "Infrastruktur mempersatukan Indonesia sebagai bangsa besar," ucap Jokowi.

Jokowi juga menyinggung pembangunan yang berkeadilan antara lain melalui kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga, dan memajukan pembangunan perbatasan lintas negara.

Berkenaan dengan tema Kongres Nasional PMKRI “Membumikan Pancasila Menuju Indonesia Berdaulat” dan tema MPA “Revitalisasi Transformasi Organisasi Menuju Habitus Baru PMKRI”, Presiden Jokowi mengajak generasi muda Indonesia, khususnya para anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menjadi generasi pemberani yang selalu menjaga dan mengamalkan ideologi bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengajak adik-adikku seluruh anggota PMKRI untuk terus menjadi mahasiswa-mahasiswa yang penuh dengan kasih, yang berani menjadi ujung tombak persatuan Indonesia, berani mengawal pembangunan nasional, yang berani menjadi pelopor Indonesia bersih korupsi,” ucap Presiden disambut tepuk tangan.

Kepada seluruh peserta kongres, Presiden berharap dapat berlaku bijak dalam menyikapi tahun politik 2018. Semua pihak bersama menjaga kondusifitas wilayah. Menurutnya, total Pilkada di seluruh Tanah Air tahun ini tercatat 171 dan itu harus berjalan sukses.

Ia pun mengajak para mahasiswa menjadi kaum intelektual yang berani mengaktualkan Pancasila. Presiden mengingatkan agar menjaga keberagaman bangsa Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat.

Kebanjiran Tokoh

Sejak 70 tahun PMKRI hadir di bumi Indonesia, Kongres PMKRI di Palembang 2018 boleh dibilang banyak kebanjiran tokoh yang hadir. Tampak hadir jajaran Kabinet Kerja yakni Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Idrus Marham, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tampak pula hadir Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Julkarnain Adinegara, dan Wakil Bupati Kabupaten PALI, Ferdy Lacony. Hadir pula Uskup Pangkal Pinang, Mgr. Dr. Adrianus Sunarko, OFM; dan Romo Katolik seperti Romo Benny Susatyo dari Jakarta, Romo Maxi Un Bria dari Kupang, dan sejumlah Romo Moderator dari cabang PMKRI se-Indonesia.

Selain itu, hadir para mantan Ketua Presidium Pengurus PMKRI, di antaranya Cosmas Batubara, Ardo Renyut, Maria Restu Hapsari, Stefanus Asat Gusma, dan Lidya Natalia Sartono.

Hadir pula puluhan alumni PMKRI dari seluruh Indonesia antara lain Agustinus Tamo Mbapa atau Gustaf (Kupang), Hironimus Hilapok (Jayapura), Barnabas Yusuf Hura (Jakarta Selatan), Maskendari (Pontianak), Melki Laka Lena (Yogyakarta), Nasser Halim (Bandung), Apriadi Susanto Sinaga (Palembang), Agnes Entika (Bengkulu) Muliawan Margadana (Bandung), Susanto Tan (Palembang), dan Andrian Guido Sinaga (Bengkulu). Selain itu, Jim Lomen Sihombing (Jakarta Pusat), Heribertus Opat (Kupang), Sita Saraswati Weliken (Surabaya), Hendra Luat Sihombing (Bengkulu), Lafinus Sombes (Manokwari), Yerico Fernando (Jakarta Pusat), dan Agustinus Franz H Kesuma (Bandung), Filo Natalius Sinuraya (Bengkulu), dan Saut Manalu (Bandung).

Tampak pelajar, mahasiswa, undangan dan Peserta Kongres PMKRI antri memasuki arena acara Pembukaan Kongres Nasional dan Sidang MPA PMKRI. Foto: Friederich Batari/JPNN.com

Sejak pagi tampak ratusan pelajar dan mahasiswa dari Kota Palembang mulai berdatangan memadati arena Kongres PMKRI. Dalam Kongres kali ini, tampak hadir pimpinan dan perwakilan organisasi kepemudaan lintas agama, tokoh lintas agama dan organisasi profesi. Di antaranya Ketua Umum Ikatan Pemuda Tinghoa Indonesia (IPTI) Ardy Susanto, dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI), Susanto Tan.

Berebut Menjawab Pertanyaan

Di sela-sela penyampaian sambutan, Jokowi sempat menawarkan kuis. Ini sebenarnya bukan hal baru. Namun, kali ini tampak terasa berbeda. Suasana penuh keakraban dan persaudaran sangat terasa dari peserta Kongres PMKRI dan undangan yang hadir. Berbagai tokoh lintas agama yang juga turut hadir membaur dalam acara ini, termasuk pelajar dan mahasiswa di Kota Palembang.

Pantauan JPNN.com, sejak tiba di arena Kongres PMKRI, Presiden Jokowi mendapat sambutan antusias dari ribuan peserta dan undangan yang memadati GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang.

Suasana Peserta pada Pembukaan Kongres Nasional dan Sidang MPA PMKRI, Senin (22/1/2018) di GOR Dempo, Jakabaring Sport City, Palembang. Foto: Friederich Batari/JPNN.com

Tepuk tangan meriah dan suara gemuruh membahana menjadi bukti antusias peserta kongres menyambut Presiden Ketujuh RI itu saat menyampaikan sambutannya. Tepuk tangan meriah juga menyambut setiap kalimat yang terucap dari Jokowi  terkait kondisi dan capaian pembangunan sesudah tiga tahun memimpin Indonesia dibandingkan dengan sebelumnya seperti kondisi infrastruktur di Papua, kebijakan BBM satu harga, dan pembangunan daerah lintas batas antarnegara.

Suara gemuruh makin membahana ketika Jokowi mengajukan kuis kepada peserta. Tampak ratusan peserta berebut. Mereka mengacungkan tangannya dengan harapan dapat ditunjuk dan dipanggil untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Tampak salah satu pelajar berlarian menuju podium, namun diadang salah satu anggota Paspampres karena ternyata yang ditunjuk Presiden Jokowi adalah orang lain.

Dari ratusan yang ingin menjawab kuis tersebut, hanya dua peserta yang berkesempatan maju ke podium guna menjawab kuis tersebut. Mereka adalah Vasco, mahasiswa Universitas Katolik Musi Charitas Palembang, Jurusan Ekonomi/Akuntansi dan Bernadette Suzanna Langotukan, seorang ibu rumah tangga, keturunan Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur itu.

Vasco diminta Presiden untuk menghafal teks Pancasila. Vasco dengan lantang menghafal teks Pancasila dengan benar. Setelah itu, Vasco langsung meminta sepeda ke Jokowi. Awalnya Jokowi tampak tak langsung merespons permintaan mahasiswa Semester III ini. Setelah beberapa kali managih sepeda, Jokowi akhirnya menyuruh Vasco untuk menghadap Pangdam II/Sriwijaya.

“Ya, nanti menghadap Pangdam (Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto, red,) sana,” kata Jokowi.

Setelah Vasco, giliran Bernadette Suzanna Langotukan menjawab pertanyaan dari Presiden. Kali ini, Zuzie sapaan Bernadette Suzanna diminta untuk menyebutkan tujuh nama ikan.

“Dua pertiga luas Indonesia adalah perairan laut, sungai, danau dan didalamnya terdapat banyak ikan. Sekarang sebutkan tujuh nama ikan?” tanya Jokowi.

Setelah itu, Zuzie menyebutkan nama ikan dengan menghitung nama ikan yang dipandu oleh Presiden dengan menyebutkan angka pertama sampai tujuh.

Pertama, ikan belida/belido; kedua, ikan putak; ketiga, ikan seluang. Setiap Zuzie menyebut nama ikan dari pertama sampai ketiga, Jokowi tampak ragu dan bertanya balik. Bahkan Jokowi sempat bertanya ke audiensi. “Ikan putak, betul?” tanya Jokowi. Setelah mendapat persetujuan dan konfirmasi dari audiens, Jokowi kembali menanyakan kebenaran nama ikan berikutnya. “Ikan seluang, betul?” kembali Jokowi bertanya kepada audiens.

Setelah itu, Jokowi mempersilakan Zuzie untuk menyebutkan empat nama ikan berikutnya. Kali ini, Zuzie menyebut ikan tenggiri, ikan paus, ikan hiu, dan ikan pari. Tampaknya empat nama ikan yang terakhir ini bukan hal yang asing di telinga prsiden sehingga Jokowi tidak bertanya lagi ke Zuzie.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tinjau Proyek Ini, Jokowi Blusukan ke Lampung Selatan


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler