Joss hingga 7,07 Persen, Ini Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2021

Kamis, 05 Agustus 2021 – 13:44 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 menyentuh angka 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyampaikan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 menyentuh angka 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Menurut dia, sejumlah faktor menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang cemerlang.

BACA JUGA: Kabar Baik! BPS: Triwulan II 2021 Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen

"Industri pengolahan adalah sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,35 persen," ujar Margo dalam konfrensi pers yang dipantau dari Jakarta, Kamis (5/8).

Berikut faktor pengungkit pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021:

BACA JUGA: Ngeri! Prof Bambang Buka-bukaan soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ada Kata Kutukan

1. Perekonomian global pulih

Margo menyebut pengaruh global turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi domestik. Perekonomian global pada triwulan 2-2021 tumbuh membaik dibandingkan periode sebelumnya.

"Situasi perbaikan ekonomi ini juga terlihat pada pertumbuhan ekonomi pada mitra dagang utama Indonesia diantaranya seperti Amerika Serikat 12,2 persen, Tiongkok 7,9 persen, dan Singapura 14,3 persen," kata dia.

BACA JUGA: Ramalan Prof. Bambang soal Ekonomi Indonesia di Masa Mendatang, Bikin Kaget

2. Ekspor melejit

Margo membeberkan pada triwulan II 2021, nilai ekspor komoditas barang Indonesia mengalami peningkatan yang impresif sebesar 55,89 persen.

"Kenaikan ekspor terjadi pada komoditas pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan," kata dia.

3. Impor meningkat

Selain ekspor, Margo juga mengatakan nilai impor Indonesia pada triwulan II 2021 mengalami peningkatan yang cukup baik sebesar 50,21 persen.

"Kenaikan impor terjadi pada komponen barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal," ungkap Margo.

4. Realisasi belanja pemerintah

Margo mengatakan kenaikan realisasi belanja pemerintah dipicu oleh pertumbuhan belanja barang, pegawai, dan modal masing-masing sebesar 82,10 persen, 19,79 persen, dan 45,56 persen.

"Sehingga meningkatkan konsumsi pemerintah disamping mendorong peningkatan investasi dan konsumsi di masyarakat," ujar Margo.

5. Mobilisasi massa

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Margo, peningkatan mobilitas masyarakat pada triwulan II 2021 mendorong tumbuhnya pengeluaran konsumsi rumah tangga 5,93 persen.

6. Faktor tambahan

BPS mencatat banyak sektor yang tumbuh pada triwulan II 2021, hal itu berakumulasi pada pertumbuhan ekonomi.

Margo memerinci industri pengolahan tumbuh 6,58 persen, pertanian 0,38 persen, perdagangan 9,44 persen, konstruksi 4,42 persen, pertambangan 5,22 persen.

"Lapangan usaha tersebut menyumbang 64,85 persen terhadap PDB triwulan II 2021," tegas Margo. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler