Jumlah Kematian Akibat Omicron Masih Meningkat, Kemenkes Ingatkan Efikasi Vaksin

Selasa, 08 Maret 2022 – 18:55 WIB
Kemenkes mengingatkan efikasi vaksin Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksinasi masih efektif mengurangi kematian akibat Covid-19.

Dia mengatakan angka kematian akibat Covid-19, khususnya varian Omicron masih meningkat.

BACA JUGA: Ingin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Agar Terhindar dari Infeksi Omicron, Lakukan 5 Cara Mudah Ini

Kasus kematian paling banyak terjadi pada orang yang belum divaksinasi, lansia, dan pasien dengan komorbiditas.

Nadia mengungkapkan lansia yang terpapar Covid-19 memiliki risiko 3,5 kali lipat lebih berpotensi meninggal dunia dibanding kelompok lainnya.

BACA JUGA: Kematian Akibat Covid-19 di Semarang Tinggi, Ini Penyebabnya

"Lebih tinggi lagi, lansia dengan penyakit penyerta seperti diabetes, darah tinggi, dan gagal ginjal," kata Nadia dalam konferensi pers, Selasa (8/3).

Oleh karena itu, dia menekankan efikasi vaksin Covid-19 yang memberikan perlindungan bagi kelompok rentan.

BACA JUGA: Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Karawang Bertambah

"Vaksinasi dosis ketiga dapat mengurangi risiko kematian sebanyak 86 persen," ujar Nadia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarat Kemenkes itu menyebut dua dosis vaksin bisa mengurangi risiko kematian sebesar 60 persen.

Namun, lanjut dia, satu dosis vaksin Covid-19 hanya mampu mengurangi risiko kematian 29 persen.

Berdasarkan data Kemenkes pada Senin (7/3), jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 150.430 orang. (mcr9/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler