Jumlah ODP di Cianjur Meningkat

Rabu, 22 April 2020 – 17:05 WIB
Ilustrasi COVID-19. Foto: diambil dari pixabay

jpnn.com, CIANJUR - Jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Cianjur, Jawa Barat, terus meningkat. Pasien ini didominasi pemudik yang pulang lebih awal dari sejumlah wilayah yang masuk dalam zona merah seperti Jabodetabek yang sudah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sehingga Satgas COVID-19 Cianjur, mengintruksikan tim dan relawan di posko yang ada di tiap desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap ODP yang diwajibkan melakukan isolasi selama 14 hari. Mereka juga mengimbau warga untuk benar-benar menerapkan social distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya.

BACA JUGA: Update: Begini Kondisi 46 Tenaga Medis RSUP dr Kariadi yang Positif Corona

"Terhitung hari ini, laporan yang kami dapatkan 28 ribu pemudik sudah sampai ke kampung halamannya di Cianjur karena memaksa mudik lebih awal akibat PSBB sudah dilakukan di kota tempat mereka merantau," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman pada wartawan Rabu (22/4).

Mereka yang memaksa untuk tetap pulang kampung, ungkap dia, akan mendapat pengawasan ketat dari tim di posko yang sudah terbentuk di sebagian besar desa hingga ke pelosok Cianjur dibantu ketua RT dan warga sekitar agar dijalankan pemudik yang masuk ODP.

BACA JUGA: Ingat! Mudik Adalah Pemicu Malapetaka Corona di Italia

"Hari ini berdasarkan laporan satgas, jumlah ODP di Cianjur, meningkat menjadi 610 orang yang didominasi perantau yang pulang lebih awal. Mereka juga diwaspadai sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sulit dideteksi kesehatannya, sehingga dilakukan berbagai upaya antisipasi," katanya.

Berbagai upaya antisipasi pemudik membawa virus berbahaya termasuk Corona yang dapat menular salah satunya mereka harus ikut serta melakukan upaya pencegahan dan jika tidak mengalami gejala baru dapat beraktivitas ke luar rumah setelah 14 hari.

BACA JUGA: Ganjar: PSBB itu Sakit, Lockdown itu Sakit

"Kalau yang memiliki gejala atau sakit, silahkan hubungi tim di posko tingkat desa atau tim medis di puskesmas setempat. Harapan kami mereka yang mudik lebih awal kondisinya sehat dan tidak membawa oleh-oleh ke kampung halamannya," kata Herman.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan pemeriksaan di perbatasan bersama Satgas COVID-19 Cianjur, sesuai dengan larangan Presiden RI terkait mudik yang akan berlaku mulai tanggal 24 April.

"Kami masih menunggu arahan SOP yang akan diterapkan dalam melaksanakan larangan presiden tersebut. Namun sejak satu bulan terakhir, kami bersama satgas sudah menerapkan berbagai pemeriksaan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler