Kabar Baik dari Kementan Terkait Pengembangan Food Estate di Kapuas dan Pulang Pisau

Sabtu, 18 Maret 2023 – 18:54 WIB
Komoditas padi yang dikembangkan di lahan Food Estate di Kalteng telah berproduksi dengan hasil yang baik. Foto: Dokumentasi Humas Kementan

jpnn.com, KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan kabar baik terkait pengembangan program Food Estate di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Baginda Siagian menyampaikan pengembangan Food Estate di dua kabupaten tersebut telah berproduksi dan masih berproses untuk terus dikembangkan dan dioptimalkan ke depan.

BACA JUGA: Peneliti BRIN: Program Food Estate di Kalteng Sudah Tepat

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami tidak semua program Food Estate berada dalam tanggung jawab Kementan.

Di Kalteng, program Food Estate yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau menjadi tanggung jawab Kementan bersama Kementerian PUPR dan kementerian lainnya yang terkait.

BACA JUGA: Bamsoet: Menyukseskan Food Estate Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Kementan

"Lahan tanggung jawab Kementan hanya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dengan komoditas utama padi. Di samping komoditas pendukung lainnya, seperti hortikultura, perkebunan dan peternakan itik," kata Baginda.

Sementara itu, komoditas utama padi telah berproduksi dengan hasil yang positif sehingga diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baginda menjelaskan program pengembangan Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Kalteng dilaksanakan dengan berbasis padi melalui dua kegiatan, yaitu intensifikasi lahan dan ekstensifikasi lahan.

“Intensifikasi lahan dilaksanakan untuk peningkatan produktivitas melalui atau menggunakan lahan eksisting," terang Baginda.

Untuk ekstensifikasi lahan merupakan perluasan areal tanam baru dari ex-PLG sesuai Area of Interest atau AoI) yang sudah disepakati Kemenko Perekonomian dan seluruh kementerian/lembaga terkait.

Sebagai sebuah proses bertahap dalam pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah mulai 2020, kegiatan pengembangan padi berhasil mencapai produksi yang cukup baik.

Baginda menambahkan pengelolaan lahan rawa pada program Food Estate ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

Menurutnya, perlu serangkaian proses seperti pematangan lahan, tata air sehingga bisa berproduksi optimal.

“Pengembangan lahan pertanian rawa di Kalimantan Tengah dilaksanakan dengan memperhatikan tipologi lahan rawa, di sini (Kapuas dan Pulang Pisau) yang dominan lahan rawa pasang surut," ungkapnya.

Karena itu, lanjut Baginda, manajemen tata air makro dan mikro menjadi kunci utama keberhasilan budidaya dilahan rawa. Penyiapan infrastruktur tata air dilakukan utamanya oleh Kementerian PUPR. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler