Kabar dari OPEC Bikin Harga Minyak Dunia Meroket Lagi, Wow!

Sabtu, 27 Agustus 2022 – 06:54 WIB
Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena kabar yang berembus dari OPEC. Ilustrasi: ANTARA/HO-Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB) karena kekhawatiran ketatnya pasokan.

Diketahui Arab Saudi memberi sinyal bahwa OPEC dapat memangkas produksi, ketika investor mengabaikan peringatan dari Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell tentang kesulitan ekonomi ke depan.

BACA JUGA: OPEC Memberi Peringatan Serius, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah 54 sen atau 0,6 persen, menjadi menetap di USD 93,06 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat USD 1,65 atau hampir 1,7 persen, menjadi ditutup pada USD 100,99 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Makin Tinggi, Naik Lagi Sebegini

Kedua kontrak acuan naik dan turun sebesar USD 1 sepanjang sesi.

Pada minggu ini, patokan minyak mentah AS naik 2,9 persen, sementara Brent melonjak 4,4 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

BACA JUGA: Bahlil Beri Sinyal Kurang Sedap soal Minyak Dunia, Harga BBM Bakal Naik?

Pergerakan di atas terjadi karena para pedagang bertaruh pada kemungkinan penurunan produksi oleh produsen minyak utama.

Harga minyak dunia dipengaruhi oleh pernyataan Menteri energi Arab Saudi yang mengindikasikan bahwa ada keterputusan antara harga berjangka dan fundamental.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+ memiliki sarana untuk menghadapi tantangan pasar termasuk memotong produksi kapan saja dan dalam bentuk yang berbeda.

"Kesan tetap bahwa Arab Saudi tidak mau mentolerir penurunan harga di bawah USD 90. Spekulan dapat melihat ini sebagai undangan untuk bertaruh pada kenaikan harga lebih lanjut tanpa perlu takut akan penurunan harga yang lebih jelas," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

Namun, pelaku minyak juga mencerna pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Sebab, Powell dalam pidatonya menegaskan kembali janji untuk secara paksa memerangi inflasi yang masih mendekati level tertinggi dalam empat dekade.

Harga minyak sempat turun setelah Ketua Fed mengatakan kebijakan moneter yang ketat mungkin akan dilakukan "untuk beberapa waktu" guna melawan inflasi, yang berarti pertumbuhan yang lebih lambat, pasar kerja yang lebih lemah dan "beberapa rasa sakit" untuk rumah tangga dan bisnis.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler