Kabar dari The New York Times Bikin Harga Minyak Dunia Menggila

Jumat, 15 April 2022 – 10:16 WIB
The New York Times melaporkan bahwa Uni Eropa sedang bergerak ke arah mengadopsi larangan bertahap minyak Rusia. Foto: ANTARA/REUTERS/Andy Buchanan/aa

jpnn.com, JAKARTA - Harga minyak lebih tinggi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) menjelang libur akhir pekan yang panjang.

Harga minyak dunia melejit di tengah berita bahwa Uni Eropa mungkin secara bertahap melarang impor minyak Rusia.

BACA JUGA: OPEC Memberi Peringatan Serius, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni bertambah USD 2,92 atau 2,68 persen, menjadi menetap di USD 111,70 per barel.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terangkat USD 2,70 atau 2,59 persen, menjadi ditutup di USD 106,95 per barel.

BACA JUGA: Kabar dari Timur Tengah Bikin Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi

Kedua kontrak mencatat kenaikan mingguan pertama mereka pada April. Selama beberapa minggu, harga menjadi yang paling fluktuatif sejak Juni 2020.

The New York Times melaporkan bahwa Uni Eropa sedang bergerak ke arah mengadopsi larangan bertahap minyak Rusia.

Hal itu untuk memberi Jerman dan negara-negara lain waktu guna mengatur pemasok alternatif.

Lipow Oil Associates di Houston Andrew Lipow mengatakan larangan bertahap akan memaksa pembeli Eropa untuk mencari sumber alternatif.

"Beberapa di antaranya dalam waktu dekat akan dipenuhi oleh rilis Cadangan Minyak Strategis, tetapi di masa depan, lebih banyak pasokan yang keluar dari tanah akan diperlukan," ujar Lipow.

Badan Energi Internasional (IEA) telah memperingatkan pada Rabu (13/4) bahwa sekitar tiga juta barel per hari minyak Rusia dapat ditutup mulai Mei dan seterusnya karena sanksi atau pembeli secara sukarela menghindari kargo Rusia.

Berdasarkan laporan Reuters perusahaan perdagangan global utama berencana untuk membatasi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan negara Rusia pada Mei mendatang. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler