Kabar Gembira Seputar Harga Tiket Pesawat Usai Rapat Kabinet

Rabu, 13 Februari 2019 – 19:05 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (jaket hitam) saat rapat di DPR. Foto dok Humas Kemenhub

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah memanggil para pembantunya untuk membahas mahalnya harga tiket pesawat terbang di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (13/2). Hasilnya, ongkos transportasi udara akan diupayakan turun pekan ini.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/2).

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal, Pertamina Siap Turunkan Harga Avtur

Saat itu hadir juga Menko Ekonomi Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, hingga Menteri BUMN Rini Soemarno dan jajaran.

Dalam rapat itu, kata Budi, tidak dibahas spesifik soal bahan bakar avtur, tapi dibicarakan jalan keluar supaya tarif pesawat terbang lebih masuk akal. Bahkan harganya diupayakan turun secepatnya.

BACA JUGA: Sektor Pariwisata Terpukul Harga Tiket Pesawat Mahal, Lantas?

Namun demikian pihaknya menggarisbawahi jika pemerintah tidak bisa mengintervensi maskapai, karena itu aksi korporasi. Kalaupun tetap ada kenaikan, diharapkan besarannya tidak lebih dari 20 persen.

"Ya diusahakan minggu ini (turun harganya). Ini korporasi, kita gaboleh intervensi. Biar mereka yang kalkulasi," ucap Budi usai rapat tersebut.

BACA JUGA: Mantan KSAU Dorong Depanri Diaktifkan Kembali

Dengan kenaikan hingga 20 persen sesuai batas maksimal, lanjut Budi, artinya harga tiket pesawat bisa kembali seperti tahun lalu. Sedangkan saat ini harga tiket pesawat naik sekitar 40 persen.

Disinggung soal pengaruh harga avtur terhadap harga tiket, mantan dirut PT Angkasa Pura II ini menyebut pengaruhnya antara 25-40 persen. Akan tetapi pemerintah juga harus memikirkan keberlangsungan maskapai sekaligus pelayanan pada masyarakat.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiket Pesawat Mahal, Perjalanan Dinas Pejabat Dilarang pakai Kelas Bisnis


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler