Kabar PHK dari Universal Music Group, Kemungkinan Juga Sony Music

Sabtu, 13 Januari 2024 – 21:12 WIB
Logo Universal Music Group. Foto: ANTARA/REUTERS/Arnd Wiegmann/am

jpnn.com - Universal Music Group (UMG) bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya dalam beberapa pekan ke depan.

Divisi rekaman musik perusahaan tersebut akan menerima dampak terberat dari kebijakan PHK pegawai.

BACA JUGA: Kabar PHK Terbaru, Google Bersiap Pangkas Ratusan Karyawan

Mengutip salah satu perwakilan dari UMG, sebuah pernyataan menjabarkan bahwa perusahaan berusaha untuk terus memposisikan dalam upaya mempercepat keunggulan di bidang pertumbuhan musik dan mendorong transformasi.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah berinvestasi dalam pertumbuhan di masa depan dengan membangun operasi niaga-el dan D2C, melakukan ekspansi secara geografis, dan memanfaatkan teknologi baru."

BACA JUGA: Kabar Buruk, Lazada Lakukan PHK Untuk Unit se-Asia Tenggara

"Sembari mempertahankan investasi terdepan di industri dalam A&R dan pengembangan artis, kami juga menciptakan efisiensi di bidang bisnis lainnya sehingga dapat tetap gesit dan responsif terhadap pasar yang dinamis,” tulis pernyataan tersebut.

Sebelumnya, artikel Bloomberg perdana menuliskan kabar bahwa UMG akan memberhentikan sejumlah besar karyawannya menyusul momen pertemuan yang membahas perihal kinerja perusahaan atau earning calls pada Oktober lalu.

BACA JUGA: Dorong Keberhasilan Budidaya Jamur, PHKT Implementasikan Inovasi SEMENJANA

Rumor tersebut pun berembus makin kencang selama beberapa waktu kemudian.

Sebuah sumber mengungkapkan bahwa akan ada ratusan pegawai yang terkena dampak PHK tersebut.

Meskipun artikel Bloomberg memberikan gambaran yang terlalu suram dan kurang akurat mengenai prospek makro bisnis musik saat ini, tetapi tidak ada keraguan bahwa industri musik mengalami pertumbuhan yang stabil sejak layanan streaming turut memulihkan laba perusahaan pada pertengahan tahun 2010-an, termasuk sejak pandemi.

Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh banyaknya orang yang tidak ke mana-mana alias hanya berdiam diri di rumah dengan lebih banyak waktu senggang dari biasanya, selama sepanjang 2020 dan 2021.

CEO UMG Lucian Grainge dalam sesi earning calls pada Oktober lalu berkata bahwa pihaknya akan memotong biaya yang tidak berkaitan langsung dengan produksi, dan mengalihkan hal tersebut ke sektor lain.

“Kami memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis, tim, dan bisnis di dalam grup. Dan kami punya rencana,” tegas Grainge.

Universal bukan satu-satunya perusahaan besar yang menerapkan PHK dalam beberapa bulan terakhir.

Perusahaan Warner juga mengurangi staf sekitar 4 persen pada Maret dan CEO baru Robert Kyncl memaparkan rencana dalam memo internal pekan lalu untuk perubahan besar dalam fokus perusahaan selama 10 tahun ke depan.

Sumber Variety juga mengutarakan bahwa PHK di Sony Music kemungkinan besar juga segera terjadi. (variety/ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kabar PHK, LinkedIn Merumahkan 668 Karyawannya


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler