Kabar Terkini dari Kemenhub soal Mudik

Jumat, 15 Mei 2020 – 16:19 WIB
Suasana di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (10/5). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal melakukan pengetatan di beberapa cek poin, untuk menekan angka pemudik jelang Lebaran tahun ini.

Sedianya, Kemenhub bakal melakukan pengetatan bersama pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia, dan Pemerintah Daerah (Pemda).

BACA JUGA: Viral Jual Beli Surat-Surat Syarat Mudik, Bukalapak dan Tokopedia Berang

"Yang jelas akan dilakukan pengetatan di check point sepanjang jalan tol dan jalan nasional, juga penguatan tim gabungan," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (15/5).

Menurut dia, rapat koordinasi tengah digelar untuk membahas detail pengetatan mencegah pemudik ke daerah asal.

BACA JUGA: Edan! Demi Bisa Mudik, 4 Orang Ini Jalan Kaki Lewati Sungai dan Gunung

Seperti jumlah personel dan titik pemeriksaan yang menjadi tempat pengetatan.

"Sudah dilakukan rapat koordinasi dengan semua unsur, seperti kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, ditambah unsur Kementerian dan Lembaga lain termasuk pengelola jalan tol, untuk mengantisipasi hal tersebut," beber Adita.

BACA JUGA: Mudik di Lingkungan Jabodetabek Masih Diperbolehkan, Asalkan...

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah akan memberlakukan larangan mudik pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Jokowi, panggilan akrabnya, menyatakan itu saat menyampaikan kata pengantar pada pembukaan rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui konferesi video, Selasa (21/4).

Menurut Jokowi, pada ratas pekan lalu pemerintah telah memutuskan larangan mudik bagi ASN, TNI, Polri dan pegawai ASN.

“Pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” ujarnya.

Dalam rapat itu Jokowi juga memaparkan hasil survei Kementerian Perhubungan tentang tingkat minat warga untuk mudik pada masa pandemi kali ini.

Survei itu mencatat 68 persen warga tidak akan mudik.

Selanjutnya warga yang tetap berkeras mau mudik ada 24 persen, sedangkan 7 persen lainnya sudah pulang kampung. “Artinya masih ada angka (warga hendak mudik, red) yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi,” tegasnya. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler