Kaca Depan Retak, Pilot Germanwings Pingsan Sebelum Pesawat Jatuh

Kamis, 26 Maret 2015 – 06:41 WIB

jpnn.com - SPEKULASI dan beragam teori jatuhnya pesawat Germanwings dengan nomor penerbangan 4U 9525 pada Selasa (24/3) bermunculan. 

Di kalangan forum pilot profesional beredar kabar bahwa kotak hitam pesawat nahas itu telah dianalisis. Dari situ terungkap bahwa penyebab jatuhnya pesawat adalah kegagalan struktural. Artinya, ada masalah dengan badan pesawat.

BACA JUGA: Ketahuan Umbar Aurat di Jalanan, Dua Cewek Ini Kehilangan Pekerjaan

Salah satu kotak hitam memang sudah ditemukan di ketinggian 2 ribu meter di atas permukaan laut. Kondisinya lumayan rusak. "Kami harus memperbaikinya dalam waktu beberapa jam nanti untuk bisa mengetahui penyebab tragedi ini," tutur Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve.

Kemungkinan hasil analisis dari black box itulah yang telah keluar dan menjadi pembicaraan. Dikabarkan bahwa kaca depan pesawat retak sebelum tinggal landas. Oksigen di dalam kokpit berkurang cepat dan pilot tidak menyadarinya. Mungkin itulah penyebab jatuhnya pesawat. Karena retaknya kaca tersebut, pilot dimungkinkan hilang kesadaran sehingga tidak bisa mengendalikan pesawat dan tidak mampu mengirimkan sinyal tanda bahaya. 

BACA JUGA: Bocoran Soal Unas Beredar di Twitter

Imbasnya, 144 penumpang dan 6 kru tewas setelah pesawat menabrak Pegunungan Alpen, Prancis.

Teori keretakan kaca depan pesawat itu sedang hangat dibahas di Professional Pilots Rumour Network (PPRuNe), forum penerbangan online yang cukup terkemuka. Pembicaraan senada muncul di forum penerbangan Aviation Herald.

BACA JUGA: Black Box Germanwings Sedang Diselidiki, Terorisme atau Murni Kecelakaan?

"Ada suara krak yang terdengar sangat cepat," tulis laporan anonim di forum tersebut. 

Setelah suara itu, kendali pesawat diganti dengan autopilot, namun tampaknya tidak membantu. Sebab, ketika pesawat menukik tajam, kendalinya juga masih autopilot. Sesaat sebelum pesawat jenis airbus A320 tersebut menabrak, koneksi autopilot itu terhenti otomatis. Mungkin juga ada kegagalan di program autopilot.

"Saya tahu rasanya. Saya merasa sakit ketika oksigen berkurang. Saya menyadarinya dan meraih oksigen cadangan. Saya beruntung, tapi banyak pilot yang lain tidak," tulis salah seorang pilot. 'Jika tidak disadari sejak dini (kekurangan oksigen Red), game over,' tambah pilot lainnya di forum PPRuNe.

Bukan tanpa alasan laporan simpang siur tersebut beredar. Sebab, 24 jam sebelum kecelakaan terjadi, pesawat yang masih berinduk ke maskapai Lufthansa itu dilarang terbang dengan alasan teknis. Salah satunya adalah masalah di roda untuk pendaratan.

Rumor tentang masalah di pesawat 4U 9525 itu berimbas langsung pada penerbangan Germanwings. Pesawat jenis Airbus A320 yang dimiliki Germanwings langsung memperoleh pengecekan menyeluruh kemarin (25/3). Akibatnya, para penumpang maskapai tersebut di Bandara Heathrow, Stansted, dan Manchester telantar. 

Para pilot Germanwings dikabarkan mogok kerja karena takut dengan keselamatan mereka. Tetapi, para pilot membantahnya. Mereka mengklaim bahwa saat ini mereka sedang berduka. Jadi, sebaiknya mereka tidak terbang untuk sementara.

atu penerbangan Germanwings dari Dusseldorf, Jerman, ke Barcelona, Spanyol, bahkan dibatalkan. Lufthansa beralasan bahwa pilot yang bakal menerbangkan pesawat sedang tidak bisa terbang. Beberapa penerbangan Germanwings lainnya menggunakan pesawat jenis lain. 

Pihak Germanwings juga membantah rumor beredar tentang kondisi pesawat 4U 9525 yang tidak layak terbang sebelum kecelakaan berlangsung. Menurut mereka, kondisi pesawat tersebut bagus ketika terbang dari Barcelona menuju Dusseldorf.

"Kejadian ini tidak bisa dijelaskan. Pesawat (4U9525) dalam kondisi sempurna dan kedua pilotnya berpengalaman," ujar Kepala Maskapai Lufthansa Carsten Spohr.

Di sisi lain, saat ini pencarian korban jiwa masih terus dilaksanakan. Tiga warga Inggris dilaporkan berada di dalam pesawat tersebut. Sebanyak 72 korban lainnya adalah warga Jerman, 35 warga Spanyol, 2 warga Australia, dan 2 warga Amerika Serikat. 

Pencarian cukup sulit dilakukan karena pesawat jatuh di atas gunung dan berada di celah batu-batuan terjal. Sebagian serpihan pesawat terlihat di jalur lelehan salju.

Serpihan kecil-kecil pesawat yang tersebar di area 1,5 hektare menunjukkan bahwa 4U9525 tidak meledak di udara, namun hancur karena terempas. Jika pesawat meledak di udara, serpihan akan menyebar ke area yang lebih luas. Hingga kemarin, belum ada satu jenazah pun yang dapat dievakuasi.

"Kami melihat pesawat benar-benar terkoyak, badan pesawat benar-benar hancur, dan tidak ada satu sayap pun yang utuh," ungkap salah seorang penyelidik dari Marseille, Brice Robin. (Reuters/AFP/Daily Mail/sha/c14/ami/adk)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Muhammad Yunus Berurusan dengan Petugas Pajak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler