Kadhafi Jadi Buruan 188 Negara

Sabtu, 10 September 2011 – 05:05 WIB

LYON - Interpol mengabulkan permohonan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)Kemarin (9/9) Organisasi Polisi Kriminal Internasional tersebut menerbitkan red notice untuk Muammar Kadhafi dan putranya, Saif al-Islam

BACA JUGA: Fokus 2 Sistem, Cegah Tragedi 9/11 Terulang

Selain mereka, Interpol memburu Direktur Intelijen Libya Abdullah al-Senussi

 
"Melalui red notice ini, Interpol mengimbau 188 negara anggota untuk mengambil langkah-langkah penting sesuai dengan hukum yang berlaku di masing-masing negara dalam rangka membantu ICC melacak dan menangkap Kadhafi," terang Sekjen Interpol Ronald Noble

BACA JUGA: Diduga Rencanakan Pengeboman, Dua Pria Ditangkap

Organisasi yang berkantor pusat di Kota Lyon, Prancis, itu merilis red notice sehari setelah jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo mengajukan permohonan

 
ICC menargetkan Kadhafi, Saif, dan Senussi atas dugaan kejahatan kemanusiaan yang mereka lakukan selama krisis politik mengimpit Libya

BACA JUGA: Orang Kaya Tiongkok Bertambah

Saat ini persembunyian tiga tokoh utama rezim Libya yang lama itu masih menjadi tanda tanyaPernah dikabarkan menyeberang ke Niger, Kadhafi muncul dalam rekaman wawancara telepon dengan pemilik televisi satelit Arrai Oruba, Mishan al-Juburi, bahwa dirinya masih di Libya
 
"Red notice Interpol akan membatasi sepak terjang ketiganya di dunia internasionalMereka tak akan diizinkan melintas garis batas wilayah internasional," lanjut Noble dalam jumpa pers kemarinDia berharap, batasan lewat red notice itu mampu mempersempit ruang gerak Kadhafi dan berujung pada penangkapan kolonel berusia 69 tahun tersebut.
 
Selain ICC yang dibantu Interpol, tokoh yang sudah 42 tahun berkuasa di Libya itu juga menjadi buron pasukan khusus Dewan Transisi Nasional (NTC)Penanggung jawab pemerintahan baru Libya itu memburu Kadhafi dan orang-orang dekatnya atas pelanggaran kriminal serius yang mereka lakukan sejak revolusi sipil bergulir pada pertengahan Februari lalu
 
Selain represi terhadap oposisi, rezim Kadhafi diyakini bertanggung jawab atas serangkaian pembantaian, pemerkosaan, dan pembunuhan di LibyaJuni lalu ICC sudah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Kadhafi, Saif, dan Senussi"Mereka bertanggung jawab atas aksi brutal militer yang melanggar prinsip kemanusiaan," terang ICC dalam keterangan tertulisnya waktu itu
 
Untuk mempertegas surat perintah penangkapan tersebut, ICC lantas minta bantuan InterpolLewat red notice Interpol, ICC punya hak penuh atas Kadhafi dan dua orang terdekatnyaDengan demikian, jika nanti salah seorang atau ketiganya tertangkap di salah satu negara, ICC berhak mengajukan ekstradisiSelanjutnya, Kadhafi beserta Saif dan Senussi akan dibawa ke Den Haag, Belanda, untuk menjalani proses hukum
 
"Sebagai pemimpin yang berkuasa di Libya sejak 1969, Kadhafi punya kekuatan penuh untuk mengatur pemerintah dan penguasa negara tersebut, termasuk militerKarena itu, keterlibatannya dalam serangkaian aksi brutal sejak pertengah Februari lalu tak terbantahkan," papar Moreno-Ocampo dalam dokumen resmi ICCDalam keterangan tersebut, ICC menyebut Saif sebagai PM de facto rezim Kadhafi
 
Bersamaan dengan diterbitkannya red notice oleh Interpol, pasukan Kadhafi melancarkan serangan roket ke Kota Tripoli yang kini dikuasai NTCTembakan roket dan mortir itu diluncurkan dari kawasan Bani Walid yang menjadi benteng pertahanan terakhir Kadhafi dan kubunyaSerangan itu direaksi keras oleh NTCKomandan NTC yang bertanggung jawab atas kawasan itu berjanji melancarkan serangan balasan hari ini(AP/AFP/BBC/hep/c10/kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Mana Kadhafi Saat Ini Bersembunyi?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler