Kadin Sebut Lebih dari 17 Ribu Perusahaan Ikut Vaksin Gotong Royong

Jumat, 26 Maret 2021 – 10:09 WIB
Kadin sebut lebih dari 17 ribu perusahaan ikut Vaksin Gotong Royong. Ilustrasi Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, hingga kini lebih dari 17.387 perusahaan yang mendaftarkan diri dalam Program Vaksin Gotong Royong.

"Jumlah pendaftar mengalami penambahan sejak tahap pertama pendaftaran dibuka. Hingga kini batch dua ditutup, total pendaftar mencapai sedikitnya 17.387 perusahaan dengan total vaksinasi mencapai 8.665.363 orang," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/3).

BACA JUGA: Sebegini Perkiraan Kisaran Harga Vaksin Gotong Royong

Rosan memerinci, dari 17.387 perusahaan, sebanyak 981 perusahaan sektor industri padat karya atau manufaktur.

Kemudian, sektor perdagangan, ekspor/impor dan ritel mencapai 4.882 perusahaan pendaftar, konstruksi dan infrastruktur mencapai 1.119, jasa mencapai 1.403 perusahaan, dan sektor-sektor industri lainnya.

BACA JUGA: Wakil Ketua DPR RI Pertanyakan Alasan Penelitian Vaksin Nusantara Ditunda Sementara

Adapun pendaftaran, kata Rosan dilakukan melalui, vaksin.kadin.id.

Setiap perusahaan padat karya bisa mendaftarkan vaksinasi untuk karyawan dan keluarga.

"Datanya masih bergerak terus dan masih banyak perusahaan yang mau daftar di tahap 3," ujar dia.

Rosan menyebut, sebagai induk organisasi dunia usaha, Kadin akan bersinergi dengan berbagai pihak untuk menurunkan angka penularan Covid-19.

"Kami mendukung upaya-upaya percepatan untuk mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi," kata dia.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang salah satunya mengatur tentang Program Vaksin Gotong Royong atau vaksin mandiri yang dilakukan oleh perusahaan swasta pada karyawan dan buruh.

Permenkes itu menyebutkan, pelaksanaan vaksin gotong royong dilakukan oleh pihak swasta tanpa menggunakan vaksin program pemerintah, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan milik pemerintah agar tidak mengganggu program vaksinasi nasional.

"Perkiraan pelaksanaan vaksinasinya di pertengahan April," jelas dia. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler