Karhutla, Alex Noerdin Perintahkan Anak Buahnya Tak Boleh Tinggalkan Wilayahnya

Selasa, 08 Agustus 2017 – 03:16 WIB
Alex Noerdin. Foto: sumateraekspres/jpg

jpnn.com, OGAN ILIR - Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menginstruksikan seluruh Kepala Desa, Lurah dan Camat se-Kabupaten Ogan Ilir, selalu berada di wilayah masing-masing. Itu untuk menjaga jangan sampai terjadi karhutla.

Khusus kepada Bupati OI, Ilyas Panji Alam, lanjut Alex, harus lakukan pengawalan pemadaman api dengan turun langsung ke lapangan.

BACA JUGA: Karhutla di Ogan Ilir, Kapolda: Cari Itu Pemilik Lahan!

Menurutnya, permasalahan Karhutla harus dicegah dengan melakukan penindakan tegas. Itu biar tak terulang kembali seperti di tahun 2015 lalu.

"Pak bupati setelah pelantikan ini segera turun kelapangan menyelesaikan permasalahan ini. Permasalahan kebakaran itu tidak main-main," uapnya.

BACA JUGA: Cegah Karhutla, APHI Riau Jalin Sinergi dengan Pemerintah dan Warga

Selain itu, Alex berpesan kepada kepala daerah Muba, Banyuasin, OKI dan Muaraenim agar tidak terjadi karhutla mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games.

Meski diakuinya, pemadaman karhutla ini tidak mudah. Sebab kebakaran yang terjadi sudah dua hari dimana lokasinya jauh, angin kencang, dan banyaknya semak belukar yang kering.

BACA JUGA: Karhutla Marak Lagi, Presiden Jokowi Panggil Menteri Siti

"Tapi, kita yakin hari ini (kemarin, red) api sudah bisa di padamkan, dan kita menjaga agar api tidak meluas," pungkasnya.

Sementera itu, di media sosial Instagram, viral foto Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Anto Mukti Putranto SSos, terjun langsung ikut memadamkan api karhutla di Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu lalu (5/8).

Mulai dari berjalan menerobos rerumputan, percikan air rawa, menyemprotkan air pakai selang, mendengarkan keluhan ibu-ibu, hingga kondisi terakhir api sudah padam.

“Memang jadi viral, saya nggak (merasa viral,red) tuh,” kata Putranto melalui pesan singkatnya, tadi malam.

Putranto yang mengaku sedang berada di Jambi, menambahkan sebetulnya sudah terjadi sejak beberapa hari lalu karhutla, dia ingin melihat langsung para Babinsa dan Danramil, dimana wilayahnya yang terbakar.

“Saya sebagai pimpinan mereka, punya tanggung jawab moral terhadap keselamatan mereka. Tentunya juga berada di tengah-tengah mereka, bagi saya adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Sekaligus memberikan semangat, motivasi tidak kenal menyerah untuk menghadapi tugas yang cukup berat ini,” tegasnya.

Perlengkapan yang mereka pakai itu, sambung Putranto, hanya pakaian yang melekat pada diri prajurit itu. Seharusnya perlengkapan anti api, setidaknya bisa menjamin keselamatan mereka.

“Dengan kondisi tersebut, mereka bekerja tanpa lelah. Saling bahu membahu dengan instansi lain yang tergabung dalam satgas pencegahan karhutla,” urainya.

Putranto mengapresiasi dan bangga terhadap prajuritnya yang bekerja tanpa pamrih. “Itulah sejati prajurit Kodam II/Sriwijaya yang saya gambarkan, para petarung Sriwijaya yang tak kenal lelah dalam bekerja. Saya bisa mencapai posisi seperti sekarang ini, karena merekalah,” tutur pencinta otomotif offroad ini.

Oleh karena itu, seorang pemimpin baginya, adalah pelayan bagi prajurit prajurit saya. Pemimpin itu bisa jadi kawan sejati, bisa jadi guru/pelatih bahkan seperti saudara sendiri.

“Mereka sakit, maka sayapun merasakan sakitnya. Saya bertugas lebih banyak pengalaman di satuan tempur, baik saat tugas dalam negeri maupun luar negeri,” tambahnya.

Di situlah, bisa saling menghormati dan menghargai sesama prajurit. Baik kepada atasan, kepada bawahan maupun sesama kawan. Loyalitas tegak lurus sangat penting di dunia kemiliteran.

”Itu tercipta karena pimpinan harus peduli dan peka terhadap kesulitan anak buah,” pungkasnya. (vis/sid/yun/air/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Karhutla Marak, Polri Warning Keras Korporasi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler