KAKU Minta Usut Penggusuran Cagar Budaya

Rabu, 23 Juli 2008 – 15:11 WIB

JAKARTA-Komunitas Antikorupsi (Kaku) meminta KPK mengusut pengahapuasan cagar budaya di Surabaya, berupa Lapangan olahraga Pores (perkumpulan olahraga Tennis) Surabaya.Lapangan tenis tersebut yang terdiri dari beberapa bangunan dan tanaman diatas lahan seluas 8.000 m2, yang telah berusia 50 tahun sudah dikukuhkan menjadi bangunan Cagar BudayaPenetapan itu berdasar surat berita acara tertanggal 8 September 2005

BACA JUGA: Menteri PDT Dilaporkan ke KPK

Rabu siang (23/7), Komunitas Anti Korupsi (KAKU) melaporkan kasus dugaan penghangusan cagar budaya itu yang diduga ada gratifikasinya.

jpnn.com - "Sejak 10 Juli 2007, gedung Pores yang terletak di jalan Embong Sawo No 1 Surabaya sudah rata dengan tanah

Gedung yang menurut daftar inventarisasi sebagai bangunan yang diduga cagar budaya itu kini hilang dan hancur oleh ulah PT ISI (PT Inter Surabaya Intiland)," cetus Koordinator Eksekutif KAKU, Nasiruddin, dalam keterangan persnya di press room gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Rabu siang (23/7). Menurut Nasiruddin, disayangkan karena hingga kini Pemkot Surabaya tidak mengambil tindakan tegas atas dugaan pelanggaran yang didugadilakukan oleh PT ISI, termasuk pengamanan TKP yang direkomendasikan oleh Komisi A DPRD Surabaya

BACA JUGA: Indonesia Paling Boros Energi

"Padahal Perda Nomor 5 Tahun 205, Bab III Pasal 5 dan 6 sudah jelas, bahwa Pelestarian Bangunan dan atau Lingkungan Cagar Budaya di daerah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dengan segenap kewenangannya yang diatur dalam Perda tersebut," cetusnya.

Selain itu, lanjut Nasiruddin, hasil pembahasan benda yang diduga Cagar Budaya (lapangan Pores) oleh Komisi A DPRD Surabaya, Pemkot, dan Aliansi LSM Surabaya pada 16 Juli 2007 menghasilkan rekomendasi DPRD Surabaya

"Isinya pada item ke-3 adalah agar lapangan Pores dibangun kembali seperti semula sesuai dengan fungsinya," papar dia.(gus/JPNN)

BACA JUGA: Kejagung Loloskan Ginanjar Kartasasmita

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Asabri Masuki Babak Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler