Kalangan Muda Lebih Pilih Info dari Influencer & Selebritas Ketimbang Berita Jurnalis

Jumat, 16 Juni 2023 – 23:44 WIB
Aplikasi Instagram dan Twitter di ponsel. Foto/ilustrasi: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, LONDON - The Digital News Report 2023 mengungkap pola kalangan muda pengguna media sosial atau medsos lebih memilih berita dari influencer (pemengaruh) dan selebritas ketimbang jurnalis.

Temuan itu merupakan hasil survei Reuters Institute yang dirilis pada Rabu lalu (14/6).

BACA JUGA: Facebook, Instagram, Snapchat, Hingga TikTok Dituduh Merusak Mental Murid Sekolah

Survei tersebut dilakukan terhadap 93.896 responden di 46 pasar utama di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Afrika.

Laporan itu memerinci 55 persen pengguna TikTok dan Snapchat, serta 52 persen pengguna Instagram memperoleh berita dari selebritas dan influencer di medsos.

BACA JUGA: Sambut Idulkurban, Polisi Ajak Wartawan Ikut Pengajian

Adapun 33-34 persen pengguna medsos memilih sumber berita biasa yang ada di aplikasi jejaring sosial.

Namun, untuk perbincangan di Twitter menunjukkan hal sebaliknya. "...jurnalis sering memimpin percakapan seputar berita di Twitter dan Facebook," uraian laporan tersebut.

BACA JUGA: Umur Koran dan Pengaruh Algoritma

Reuters Institute juga mencatat TikTok menjadi jejaring sosial dengan pertumbuhan pengguna paling cepat. Popularitas platform buatan Tiongkok itu melonjak di kalangan anak-anak muda.

Sebanyak 44 persen dari TikTokers berusia 18-24 tahun menggunakan aplikasi buatan ByteDance itu untuk berbagai tujuan. Namun, hanya 20 persen yang memanfaatkannya untuk berita.

Memang Facebook masih menjadi medsos teratas dalam hal konsumsi berita.

Walakin, hanya 28 persen Facebookers yang masih mengandalkan platform buatan Amerika Serikat itu untuk mencari berita, atau turun dibandingkan angka 42 persen pada 2016.

Direktur Reuters Institute Rasmus Kleis Nielsen menyebut kalangan muda memiliki sedikit minat terhadap banyak tawaran berita konvensional yang berorientasi pada kebiasaan, minat, dan nilai generasi yang lebih tua.

“Media lama kini menghadapi transformasi digital yang terus-menerus seiring bertambahnya usia generasi yang menghindari penemuan langsung untuk semua, kecuali merek yang paling menarik," ujarnya.

Laporan itu juga menyebut audiens di platform yang sedang digandrungi kalangan muda mengurangi berita menyedihkan, seperti perang di Ukraina dan naiknya biaya hidup. Mereka berupaya melindungi kesehatan mental mereka.

"Sebaliknya, mereka menganut pilihan yang lebih berbasis personal, partisipasif, dan kepribadian yang ditawarkan media sosial," tulisan di laporan itu.(Reuters/ArabNews/JPNN.com)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Tengah Era Digital, Koran Lokal Australia Terus Berkembang


Redaktur : Antoni
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
TikTok   Twitter   Facebook   Berita   reuters  

Terpopuler