Kami Keluarga Kerajaan Tidak Tahu Menahu

Selasa, 27 September 2016 – 05:57 WIB
Anggota Komisi I DPRD Gowa, Niswah Dg Nginga terpaksa dievakuasi lewat jendela lantai dua Gedung DPRD Kabupaten Gowa, Sulsel, saat gedung dibakar massa Senin (26/9/2016). FOTO: MUHAMMAD IKSAN/FAJAR/JPNN.com

jpnn.com - GOWA – Situasi politik di Gowa, Sulsel, masih panas.  Kubu Andi Maddusila yang disebut-sebut sebagai yang melakukan pembakaran kantor DPRD Gowa membantah  aksi itu dilakukan kubu Raja Gowa ke-37 tersebut. 

Saat dimintai klarifikasinya via ponsel petang kemarin, Andi Hasanuddin ABE yang juga adalah juru bicara dari pihak keluarga Kerajaan Gowa membantah itu pembakaran gedung wakil rakyat ulah dari kubu Andi Maddusila. 

BACA JUGA: Ngeri! Massa Mengamuk, Bakar Gedung Wakil Rakyat

Dia bahkan yakin jika ada pihak lain yang memanfaatkan ketidakharmonisan hubungan antara Pemkab dengan pihak Andi Maddusila.

Ia mengakui bahwa pihaknya sudah ada rencana melakukan aksi damai dengan berpakaian adat. Namun pukul 02.00 wita Senin dini hari pihaknya sepakat membatalkan pergerakan itu.

BACA JUGA: Banyak Yang Bertahan di Padepokan, Bukan Hanya Loyalis Dimas Kanjeng, tapi...

"Kami sudah sepakat batalkan pergerakan hari ini (Senin, red). Terus terang kita memang siapkan pakaian adat namun akhirnya dibatalkan. Namun kalau toh siang tadi ada aksi pembakaran, kami tidak tahu itu yang melakukan  siapa. Kami malah gusar siapa tahu ada yang manfaatkan hal ini," katanya.

Padahal menurut dia, setiap ada pergerakan sudah pasti seizin pihak Polres. 

BACA JUGA: Golkar Ancam PAW Anggota Dewan yang Terima Mobil Dinas

Pihak kerajaan selalu melakukan penyampaian resmi kepada pihak kepolisian. "Aksi pembakaran kantor DPRD tadi siang kami benar-benar tidak tahu siapa yang lakukan," terang Andi Hasanuddin ABE.

Mantan Camat Bungaya ini juga mengatakan sebelumnya memang didengar kabar jika akan ada aksi dilakukan masyarakat adat dari Tator (Tana Toraja). 

"Katanya sih ada masyarakat adat Tator mau turun aksi damai namun kami juga tidak tahu pasti apakah masyarakat adat Tator itu jadi turun atau tidak yang jelas kami pihak keluarga kerajaan tidak tahu menahu siapa pelaku pembakaran kantor DPRD,” ujarnya.

"Ada pihak kami sekitar 20 orang yang turun mengenakan pakaian adat tapi setelah orasi langsung pulang. Itu terjadi sebelum ada pembakaran. Sampai hari ini kami belum tahu siapa pelaku pembakaran. Yang jelas kami juga turut membantu pihak kepolisian untuk mencari tahu karena kami tifak mau dijadikan kambing hitam," tandas Andi Hasanuddin ABE lagi.

Terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian terkait insiden pembakaran tersebut. 

"Kita percayakan dan serahkan sepenuhnya kepada Polres dan Polda, negara ini adalah negara hukum," singkatnya. (san/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sosialisasi Tax Amnesty di Markas TNI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler