Kampanye di CFD, BAZNAS Ajak Masyarakat Berkurban di Desa

Minggu, 29 Juli 2018 – 14:14 WIB
Kampanye Kurban Berdayakan Desa yang dilakukan BAZNAS di area Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (29/7). Foto: Humas BAZNAS

jpnn.com, JAKARTA - BAZNAS menggelar kampanye Kurban Berdayakan Desa dengan berjalan kaki dari Kebon Sirih menuju area Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia Kempinsky, Minggu (29/7) pagi.

Program Kurban Berdayakan Desa merupakan layanan untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadah iduladha 1439 H mendatang.

BACA JUGA: BAZNAS Luncurkan Buku Manajemen Risiko Pengelolaan Zakat

Dalam kampanye tersebut, BAZNAS mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas.

“Melalui Kurban Berdayakan Desa, ibadah kurban dapat memberdayakan peternak desa karena hewan kurban dibeli dari peternak desa. Selain itu, daging hewan kurban disembelih dan dibagikan di desa untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat desa,” kata Ketua Kurban Berdayakan Desa Iman Damara.

BACA JUGA: BAZNAS Ajak Masyarakat Berkurban di Desa

Ibadah masyarakat melalui Kurban Berdayakan Desa akan memindahkan devisa dari kota ke desa. Sebab biasanya dalam aktivitas kurban setiap tahun, perputaran uang akan banyak terjadi di kota-kota karena aktivitas kurban mulai dari transaksi pembelian hingga pembagian banyak terjadi di kota.

Sementara, peternak kambing yang memasok hewan peliharaannya ke kota melalui para pedagang besar hanya memiliki sedikit keuntungan dari penjualan kambing.

BACA JUGA: BAZNAS Gandeng NGO Jordania Bantu Palestina

Program khusus ini telah dilaksanakan sejak 2017. Tahun lalu program Kurban Berdayakan Desa dilaksanakan di 20 provinsi dengan menyembelih 500 ekor kambing.

“Tahun ini, panitia menargetkan akan ada 2.000 orang pekurban yang menitipkan hewan kurbannya pada BAZNAS dan akan disebar ke 24 provinsi,” katanya.

Program ini juga melibatkan Balai Ternak BAZNAS yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform.

Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang tersebar di berbagai lokasi.(mg7/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penghimpunan Zakat Lampaui Target, 20 Persen dari PNS


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler