Kang Emil Bikin Bang Ara Bangga

Minggu, 29 Januari 2017 – 12:51 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (nomor 5 dari kiri) bersama Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait (nomor 3 dari kanan) dalam acara Perayaan Natal Pemuda Kristen Bandung Raya di Bandung, Sabtu malam (28/1). Foto: RMOL

jpnn.com - jpnn.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan komitmennya untuk menjaga keragaman di kota yang kini dipimpinnya. Menurut dia, Bandung kental dengan sejarah perjalanan Indonesia sehingga harus bisa menjadi rumah bersama yang nyaman bagi seluruh warga tanpa membedakan suku, ras, agama dan antar-golongan.

Kang Emil -panggilan kondang Ridwan Kamil- mengatakan itu dalam Perayaan Natal Pemuda Kristen Bandung Raya di Bandung, Sabtu malam (28/1). "Kalau ada pihak yang memaksakan keseragaman di Bandung pasti saya akan lawan," katanya.

BACA JUGA: Natalan Bersama Politikus Senayan Bawa Spirit Keragaman

Di hadapan sekitar 1.500 jemaat dari organisasi mahasiswa ataupun masyarakat umum yang hadir dalam perayaan Natal, Emil menegaskan, sejarah berdirinya Bandung adalah untuk membahagiakan masyarakatnya. Selain itu kota Bandung merupakan kota taman.

"Kami dalam menjalankan amanah saya memimpin Bandung dengan  melihat sejarah. Maka saya berusaha keras membahagian warga Bandung dan gemar membangun taman beserta ruang publik bagi warga," katanya.

BACA JUGA: Bang Ara Undang PKL demi Kemeriahan Natalan Bersama DPR

Yang tak boleh dilupakan, katanya, Bandung merupakan kota ideologis dan solidaritas. Kota ideologis karena di Bandung pula Proklamator RI Bung Karno mencetuskan gagasan mendirikan bangsa. "Di Bandung Soekarno mendirikan partai dan bertemu pertama kali dengan Bung Hatta," katanya.

Selain itu, Bandung juga merupakan kota solidaritas karena pernah menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA). “Dan dari sinilah banyak negara Asia Afrika seperti Aljazair terinspirasi oleh Bung Karno untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan," imbuhnya.

BACA JUGA: Wapres JK Resmikan Jalan Layang Antapani

Karenanya Emil menjamin selama kepemimpinannya di Bandung, warga akan dibuat senyaman mungkin, termasuk menciptaan kenyamanan bagi pemeluk agama menjalankan peribadatan. "Seluruh kebijakan saya buat untuk kenyamanan seluruh umat beribadah," tegasnya.

Secara khusus Emil juga berpesan kepada pemuda Kristen yang ada di kota Bandung agar bisa membawa manfaat bagi lainnya. Karenanya, Emil kepala daerah berlatar arsitek itu mengapresiasi rencana Taruna Merah Putih (TMP) pimpinan Maruarar Sirait bersama pemuda kristen untuk menanam 1.000 pohon.

"Kita harus bermanfaat. Dan kami tunggu ribuan pohonnya," kata Emil yang dalam acara itu dinobatkan sebagai Pemimpin Penggerak Pluralisme.

Sedangkan Maruarar Sirait selaku penasehat Perayaan Natal Pemuda Kristen Bandung Raya mengapresiasi kiprah Kang Emil. Ara -panggilan akrab Maruarar- menilai Emil merupakan wali kota yang bener-benar dan sungguh-sungguh dalam menjalankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila.

“Saya Bangga dengan kang Emil. Pancasila bukan hanya sekedar dihafal dan menjadi slogan saja,” katanya. 

Lebih lanjut Ara mengatakan, masyarakat Jawa Barat sangat terbuka terhadap perbedaan dan keragaman. Dia lantas mencontohkan dirinya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi Subang, Majalengka dan Sumedang.

Ara sudah dua kali lolos ke DPR dari wilayah itu. Padahal, mayoritas penduduk Subang, Majalengka dan Sumedang adalah muslim.

“Sesungguhnya mereka adalah umat Islam yang bersahabat dan menerima perbedaan jika kita mampu memosisikan dengan baik terhadap budaya Sunda,” jelasnya. 

Karenanya, politikus PDI Perjuangan itu juga terus mendorong masyarakat Nasrani di di Sumatera Utara, khususnya Tobasa memberi kenyamanan bagi umat Islam untuk beribadah. Menurut dia, keadilan harus berlaku bagi semua warga negara.

“Kita jangan hanya bisa menuntut keadilan dan kenyamanan saat kita diposisi minoritas. Kita harus bersikap sebaliknya saat kita menjadi mayoritas,” katanya.      Selain itu, Ara juga mengajak kalangan pemuda Kristen untuk terus menebar kebaikan bagi masyarakat dan menciptakan sejarah positif. Menurut dia, pemuda Kristen bisa berperan aktif dan turun di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu contohnya adalah gerakan menanam 1.000 pohon di Bandung sebagai bentuk kepedulian pemuda Kristen dalam menjaga kelestarian alam di kota berjuluk Paris van Java itu. “Kegiatan seperti ini juga bermanfaat bagi rakyat,” tegasnya.(ysa/rmol/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Memenangkan Ahok-Djarot Jadi Tugas Mulia Kader TMP


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler