Kans Demokrat dan PAN Punya Menteri Berpotensi Hilang Jika Gerindra Masuk Koalisi Jokowi

Kamis, 25 Juli 2019 – 18:19 WIB
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7). Foto: dokumen JPNN.Com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Karyono Wibowo menilai pemerintahan ke depan bakal banyak menerima efek positif jika Gerindra masuk partai koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi). Sebab, masuknya Gerindra akan membuat pemerintah akan lebih mudah meloloskan program-programnya yang membutuhkan persetujuan DPR.

"Sebenarnya kalau dari kalkulasi politik yang riil dan kepentingan perspektif politik yang efektif, seandainya Gerindra gabung, itu efisien. Lebih efektif," kata Karyono kepada jpnn.com, Kamis (25/7).

BACA JUGA: Pesan DPR untuk Jokowi Dalam Memilih Menteri

BACA JUGA: Pujian Habib Aboe buat Peran Pak BG di Balik Pertemuan Prabowo - Megawati

Menurut Karyono, Gerindra memiliki suara besar di parlemen. Sebab, partai pimpinan Prabowo Subianto itu memperoleh sekitar 12 persen dari total suara sah nasional di Pemilu Legislatif 2019.

BACA JUGA: Pujian Habib Aboe buat Peran Pak BG di Balik Pertemuan Prabowo - Megawati

Karena itu jika Gerindra bergabung ke barisan pendukung Jokowi, kata Karyono, maka koalisi partai pemerintahan makin kuat di parlemen. "Kalau mengambil Gerindra, kekuatan partai politik pemerintah di parlemen besar sekali. Lebih dari 72 persen. Itu besar sekali, ya," ucap dia.

Menurut Karyono, masuknya Gerindra juga berpotensi menutup peluang PAN dan Partai Demokrat bergabung dengan koalisi Jokowi. Sebab, kekuatan partai pendukung pemerintah sudah sangat dominan di DPR.

BACA JUGA: Sepertinya Prabowo Tak Incar Kursi Menteri, Bisa Jadi Ini Targetnya

BACA JUGA: Momen Prabowo dan Megawati Saling Tersenyum saat Bertemu

“Nanti yang sisanya di luar. Misal Demokrat, PAN. PKS sudah pasti (di luar pemerintahan, red). Jadi, seandainya Gerindra masuk itu efektif dan efisien," pungkas dia.(mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mau Investasi di Indonesia, Petinggi Hyundai Sowan ke Istana


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler