Kantong Plastik Berbayar, Sampah Tetap Menumpuk

Kamis, 10 Maret 2016 – 08:12 WIB
Belanja di minimarket. Foto: ilustrasi.dok.JPNN

jpnn.com - PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang, Sumsel, termasuk salah satu daerah yang menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Tujuannya untuk mengurangi volume sampah kantong plastik. Pemko Palembang sudah menerapkan sejak  21 Februari 2016.

Hanya saja, kebijakan kantong plastik berbayar Rp200, dianggap masih murah sehingga sebagian besar masyarakat tak keberatan untuk membelinya. Alhasil, pengurangan sampah kantong plastik ke tempat pembuangan akhir (TPA), belum berkurang secara signifikan. 

BACA JUGA: Lewati X-Ray, Penumpang Ditangkap Bawa Sabu

“Pengurangan masih belum signifikan, angkanya masih di bawah 10 persen dari sampah yang masuk ke TPA sebelum diberlakukan kebijakan ini,” jelas Armansyah, Kasi Pembinaan Kebersihan DKK Palembang, saat dikonfirmasi, kemarin (9/3).

Kendati demikian dirinya mengaku belum bisa mengatakan angka pastinya karena harus ada pengkajian terlebih dahulu. Terlebih lagi, situasi saat ini masih dalam proses sosialisasi dan menanamkan nilai-nilai kepada masyarakat yang memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

BACA JUGA: Tahun Ini Lampung Dilarang Menpan Merekrut PNS

Selain itu, lanjutnya, pengurangannya pun bahkan belum bisa dihitung karena belum terasa. Belum satu bulan dari pelaksanaan.

“Harga plastik Rp200 itu juga belum terlalu tinggi, sehingga banyak masyarakat memilih membeli kantong berbayar daripada membawa sendiri dari rumah,” tambahnya.

BACA JUGA: Investasi Variatif, Geser Tambang dan Migas

Terlebih lagi, penerapan kantong berbayar baru dilakukan di gerai-gerai khusus, minimarket modern dan supermarket. Belum menjangkau ke pasar tradisional yang lebih banyak memakai kantong plastik.

Kabid Pencemaran Lingkungan BLH Kota Palembang,  Henny Kurniawati, menambahkan, sementara ini sudah ada beberapa gerai dan supermarket yang menerapkan kantong berbayar.

Bagi masyarakat yang tak mau membayar kantong plastik, diperbolehkan untuk membawa kantong atau tas jinjing sendiri dari rumah. Tujuannya tak lain supaya lebih efektif lagi mengurangi sampah plastik. 

“Target akhir yakni Indonesia bersih sampah hingga 2020. Dan motto-nya sendiri belanja cantik tanpa kantong plastik,” tukas Henny. (chy/air/ce1/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kepergok Hohohihi dengan Wanita Bersuami, Lompat dari Lantai 3


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler