Kantongi Sertifikasi ISO 22301:2019, JICT Pastikan Keandalan Pelabuhannya

Jumat, 03 November 2023 – 10:52 WIB
Pihak direksi PT JICT saat menerima sertifikasi ISO 22301:2019, Selasa (31/10/2023). Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menjadi pelabuhan peti kemas pertama yang berhasil meraih sertifikasi ISO 22301:2019 terkait sistem manajemen keberlangsungan bisnis atau Business Continuity Management System (BCMS).

Sertifikasi berstandar internasional itu diterima JICT dari perusahaan global TUV Rheinland pada Selasa (31/10) lalu dan akan berlaku selama tiga tahun ke depan.

BACA JUGA: JICT Terima 2 Penghargaan TJSL Pelindo Award 2023, Ini Kontribusinya

Direktur Utama JICT Ade Hartono mengatakan dengan sertifikasi itu, perusahaannya tidak hanya telah menerapkan standar internasional dalam memastikan keberlangsungan bisnis melalui serangkaian mitigasi risiko.

"Akan tetapi juga diharapkan akan menumbuhkan kepercayaan yang lebih tinggi dari pengguna jasa," kata Ade Hartono dalam siaran persnya, Kamis (2/11).

BACA JUGA: Penjelasan Kemenhan soal Kebocoran Data Akibat Peretasan

Ade menjelaskan bahwa bagi JICT sebagai terminal peti kemas tersibuk di Indonesia, ISO 22301 menjadi sangat penting mengingat operasional pelabuhan yang tidak pernah berhenti melayani selama 24 jam 7 hari non stop.

Oleh karena itu, JICT harus bisa menangani secara cepat atas apa pun gangguan yang terjadi dan melakukan serangkaian langkah preventif lewat manajemen krisis agar setiap situasi darurat dapat ditangani dengan baik.

BACA JUGA: Perampok yang Beraksi di Ponorogo Seorang Wanita, Begini Kejadiannya

“Kami sebagai salah satu industri besar tentu harus cermat dalam melakukan analisa bencana dan keadaan darurat. Maka melalui BCMS JICT dapat fokus untuk memastikan keberlangsungan bisnis saat terjadi keadaan darurat yang berpotensi menghentikan operasional," tutur Ade.

ISO 22301 adalah sistem manajemen keberlangsungan dengan model pendekatan holistik terhadap ketahanan organisasi yang bertujuan untuk mempersiapkan, menyediakan, dan mengendalikan kemampuan organisasi secara keseluruhan untuk terus beroperasi selama terjadi gangguan.

Ade mengatakan melalui penerapan BCMS, diharapkan JICT dapat meningkatkan kepastian produktivitas pelabuhan sekalipun pada kondisi yang mengancam keberlangsungan proses bisnis.

"Sehingga trust dari pengguna jasa dapat terjaga dan pada akhirnya visi JICT sebagai terminal peti kemas pilihan di Indonesia dapat terwujud," ujar Ade.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler