Kapak: Korupsi Kepala Daerah, PR Utama KPK

Rabu, 27 April 2011 – 14:25 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menuntaskan kasus korupsi yang melibatkan kepala daerahDemikian antara lain harapan yang disampaikan sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak), saat menggelar demo di Gedung KPK, Rabu (27/4)

BACA JUGA: Politisi Senayan Tuding Amari Sibuk Pencitraan

"Mereka para maling uang rakyat tersebut jangan dibiarkan tumbuh subur di bumi Indonesia," ujar Laode Kamaluddin, Ketua Presidium Nasional Kapak, dalam orasinya.

Menurutnya, KPK mesti bergerak cepat, mengingat masa jabatan pimpinan lembaga superbodi tersebut akan berakhir tahun ini
Jika tak cepat dituntaskan, kata Laode, dikhawatirkan berbagai kasus korupsi yang bertebaran di seantero nusantara tersebut akan tenggelam begitu saja, tanpa proses hukum.

Padahal, ujar Laode melanjutkan pembicaraan, saat ini penegak hukum telah menetapkan sebanyak 158 bupati dan walikota, serta 17 gubernur, sebagai tersangka dalam kasus korupsi

BACA JUGA: Jaksa-Polisi Saling Lempar soal Dokumen Rahasia Antasari

"Dari jumlah tersebut, baru beberapa saja yang diproses kasusnya," ungkapnya meyakinkan.

Laode mencontohkan, misalnya yang melibatkan Gubernur Lampung Sjahroedin ZP, dalam kasus pengadaan tanah tahun 2007
Itu sampai sekarang belum juga disentuh oleh KPK

BACA JUGA: Intelijen Wajib Ungkap Aktor di Balik NII

Begitupun yang terjadi di Tabanan (Bali), Murung Raya (Kalteng), di Riau, Papua, Aceh, dan yang lainnya.

Laode menegaskan, tumpukan kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah tersebut, mesti menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi KPKSebab kalau sampai tak berhasil dituntaskan, menurutnya pula, jangan heran jika akhirnya masyarakat menganggap KPK gagal menjalankan perannya sebagaimana amanah undang-undang"Padahal di tengah gencarnya DPR untuk merevisi UU tentang Korupsi, dukungan publik sangat diperlukan KPK," tandasnya.

Demo Kapak yang berlangsung hampir sejam itu berakhir sekitar pukul 14.00 WIBAksi di depan pintu depan pagar KPK ini cukup mendapat perhatian masyarakat yang lalu-lalang di Jalan HR Rasuna SaidNamun dengan pengawalan polisi, aksi berjalan tertib dan tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Sebelum massa Kapak, pada pagi harinya, demo juga sudah dilakukan oleh sekelompok warga yang mengaku sebagai petani dari Kabupaten Meranti, RiauMereka meminta KPK untuk menyikapi masalah kerusakan hutan di daerahnyaNamun karena diguyur hujan deras, demo yang semula berlangsung di pagar depan itu, akhirnya pindah ke pelataran parkir utama Gedung KPK(mur/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Intelijen Hanya Bekerja Kawal Penguasa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler