Kapolda Metro Jaya Ancam Sikat Ormas Berperilaku Preman, Warning Buat FPI?

Jumat, 04 Desember 2020 – 20:22 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Gedung BPMJ, Jumat (20/11). Foto ilustrasi: Fransiskus Adryanto Pratama/ dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyatakan pihaknya akan menindak tegas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berperilaku seperti preman.

"Semua ormas yang berperilaku seperti preman dan meresahkan akan kami tindak tegas," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jumat.

BACA JUGA: Baiq Masnah Meninggal karena Diracun, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang, Pelaku Ternyata

Dia mengatakan, negara tidak boleh kalah terhadap premanisme, radikalisme, dan intoleransi, oleh karenanya penegakan hukum akan menjadi prioritas.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis juga menegaskan negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan cara-cara premanisme untuk menghalangi proses penegakan hukum di Indonesia.

BACA JUGA: FPI Adang Penyidik di Depan Rumah Habib Rizieq, Begini Reaksi Jenderal Idham Azis, Tegas!

Hal tersebut disampaikan Idham terkait upaya pengadangan terhadap aparat kepolisian oleh massa Front Pembela Islam (FPI) saat mengantarkan surat pemanggilan kepada  Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Negara tidak boleh kalah dengan ormas yang melakukan aksi premanisme. Kami akan sikat semua. Indonesia merupakan negara hukum," kata Idham dalam keterangan tertulis, Kamis.

BACA JUGA: Tokoh Betawi Dukung Kapolda Metro Jaya Terkait Penanganan Covid-19

Jenderal bintang empat itu meminta kepada seluruh pemangku kepentingan ataupun ormas sekalipun harus patuh dengan payung hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurutnya, ancaman pidana diatur dengan jelas untuk pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum di Indonesia.

"Ada sanksi pidana untuk mereka yang mencoba menghalangi petugas dalam melakukan proses penegakan hukum," ujar Idham.

Di sisi lain, Idham memastikan, Polri akan mengusut tuntas kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan yaitu dalam hal ini adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di beberapa acara yang dihadiri HRS.

"Polri selalu mengedepankan azas Salus Populi Suprema Lex Exto atau Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi," tandas mantan Kabareskrim Polri itu. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler