Soal Penembakan Mobil Satu Keluarga Penerobos Razia

Kapolda Sumsel Pastikan Brigadir K Pelaku Tunggal

Jumat, 21 April 2017 – 03:30 WIB
Salah seorang korban Honda City BG 1488 ON usai ditembak oknum kepolisian saat ditangani petugas medis. Foto: ANSYORI MALIK/SUMATERA EKSPRES/jpg

jpnn.com, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto memberikan perhatian serius pemulihan fisik dan psikis korban penembakan oknum polisi dalam razia di Lubuklingau.

Agung juga menyempatkan menjenguk tiga korban yang dirawat di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (20/4), pukul 09.00 WIB.

BACA JUGA: Aktivis Tuntut Pelaku Penembakan di Lubuklingau Dipecat

Ketiganya, Dewi Erlina (40), Novianti (30) dan putranya, Genta (2). Mereka dirawat di ruang VIP B, C, dan E. Para korban itu dirujuk dari RS Sobirin Lubuklinggau ke Palembang agar mendapat perawatan maksimal.

Seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), depan pintu ruang perawatan ketiganya dijaga ketat pihak TNI. Awak media pun dilarang masuk.

BACA JUGA: Kronologi Lengkap Penembakan Mobil Penerobos Razia di Lubuklingau

Setelah 30 menit, Agung keluar dan langsung memberikan keterangan pers.

“Sudah saya perintahkan Bid Dokkes agar korban dirawat oleh dokter terbaik. Lakukan tindakan medis sebaik mungkin. Saya selaku Kapolda Sumsel, dengan tulus minta maaf dan siap bertanggung jawab,” kata pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 19 Februari 1965 ini.

BACA JUGA: Brigadir K Tembak Mobil Penerobos Razia Pakai Senapan Serbu

Dia pun lalu menceritakan pertemuannya dengan Genta. Menurutnya, sudah terjalin komunikasi yang baik berkat trauma healing Polda Sumsel kepada Genta. Ini salah satu tindakan membantu orang lain mengurangi bahkan menghilangkan gangguan psikologis akibat shock atau trauma.

“Tadi dia (Genta) sudah tertawa-tawa dan minta belikan mobil-mobilan,” ujarnya.

Kapolda pun mengaku langsung membelikannya dua mobil racing remote control warna merah dan kuning. Genta pun bahagia. “Semoga cepat recovery-nya. Psikologinya harus pulih,” ujarnya.

Ibunya Genta, Novianti juga demikian. Komunikasinya lancar, meski dia masih terbaring karena luka tembak di bahu kanannya.

“Ibu Novianti mengatakan yang penting cepat pulih. Ini memang jadi fokus kami agar para korban segera pulih. Kita juga berikan spirit,” lanjutnya. Untuk korban Indrayani di RSMH, kata dia, juga akan dipindahkan dan dirawat di RS Bhayangkara. “Usai operasi di RSMH nanti,” ujarnya.

Agung memastikan bakal serius menangani kasus ini. “Brigadir K sebagai pelaku tunggal. Kita akan proses sesuai aturan kepolisian,” lanjut suami Winny Charita itu.

Mantan Kakorlantas ini menerangkan, sebenarnya tidak ada yang salah selama razia berlangsung. Hanya saja Brigadir K melakukan diskresi berlebihan.(vis/wek)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tito: Posisi Polisi Itu Ibarat Satu Kaki di Kuburan dan Satunya Lagi di Penjara


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler