Karma Datang di Hari Tua, Sungguh Menyedihkan

Minggu, 29 Januari 2017 – 09:53 WIB
Karma Datang di Hari Tua, Sungguh Menyedihkan. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Karma bisa datang kapan saja. Apalagi, ketika semua anaknya sudah terlanjur sakit hati dengan ulah ibunya, Sephia, 60.

Di saat usianya yang sudah senja, suaminya, Donjuan, 63, pun tega meninggalkannya. Ditinggal prung.

BACA JUGA: Kena Pelet, Kemasukan Darah Haid Penyanyi Karaoke

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya
-------------------------------------

Sephia hanya bisa berlinang air mata. Ia tak kuasa ketika majelis hakim memutuskan untuk memisahkannya dengan sang suami.

BACA JUGA: Kebiasaan Buruk, Menutupi Kejantanan dengan Pembalut

“Berbagai cara sudah saya lakukan, ya ke dukun biar suami balik lagi. Atau doa sendiri biar suami kembali. Tapi, suami dengan sadar mengaku sudah tidak mencintai saya lagi,” jelas Sephia usai sidang putusan talak cerainya di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Kamis (26/1).

Alasan Donjuan untuk bercerai memang bak pepatah, habis manis sepah dibuang.

BACA JUGA: Istri Dititip ke Sahabat, Jaganya Malah ke Kasur

Pria yang tinggal di Kelurahan Juwingan itu mengaku sudah tidak mencintai Sephia. Tidak cinta sama sekali. Babar blas.

Ia merasa istrinya egois dan semaunya sendiri. Donjuan pun mengaku sudah menikah selama 17 tahun dengan istri keduanya. Memang sih sebatas nikan siri.

Sementara, dulu ia bertahan dengan istri pertama, karena keempat anaknya tak mau Donjuan dan Sephia berpisah.

Namun, kini tak ada alasan bagi Donjuan untuk mempertahankan rumah tangganya. Maka ia menalak istri pertamanya saat rumah tangga anak bungsunya harus bernasib sama dengan ketiga kakaknya.

Sementara, Sephia juga bukan profil ibu yang patut dicontoh. Padahal, seharusnya seorang ibu bisa memberikan teladan bagi anak-anaknya.

“Iya memang saya dulu itu cerewet. Enggak pernah cocok sama mantu, makanya saya selalu semangat untuk memisahkan anak anak dengan menantu,” jelasnya.

Tak hanya dengan cara bicara kasar, Sephia juga melakukan cara gaib ke dukun supaya anaknya menjauh dari mantunya.

“Anak-anak saya kan cantik dan ganteng. Jadi, gampanglah cari pasangan lagi. Alhamdulillah semua nikah lagi, kok, setelah sempat cerai,” jelasnya enteng.

Sementara itu, Donjuan mengaku sudah tidak betah dengan sifat buruk Sephia.

Mantan istrinya itu suka adu domba dan sering menyakiti hati anak-anaknya. Hal itu membuat Donjuan prihatin.

“Karma itu. Ibu kok enggak ngerti perasaan anak-anaknya. Emang cerai itu enak. Sekarang ia rasakan sendiri,” kata pemilik tambak di Driyorejo, Gresik dan Sidoarjo itu.

Sampai akhirnya, ia pun mencari istri baru untuk tempat berlabuh saat gundah.

“Istri kedua saya ini enggak neko-neko. Sayang banget sama anak-anak saya. Malah, kadang kalau lagi ada masalah sama ibunya, curhatnya ya ke istri kedua saya ini. Mereka tahu kok kalau saya nikah siri, tapi memang anak-anak enggak mau saya pisah dengan ibunya,” jelasnya.

Dengan perpisahan itu, Donjuan ingin hidup tenang bersama istri keduanya. Ia tak mau lagi mendengar gosip tetangga ataupun kemarahan seorang ibu ke anaknya.

“Anak-anak juga di Jakarta dan Kalimantan. Enggak mau lagi rumah tangganya diurusi ibunya. Ya, saya mendoakan mereka sajalah. Semoga rumah tangganya bahagia terus. Nggak ruwet kayak orang tuanya,” ungkap Donjuan, terkekeh.

(*/opi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hati Ibu, Menahan Keinginan Cerai demi Kesuksesan Anak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler