Kartu JKN Palsu Beredar, Warga Diminta Jangan Urus Lewat Calo

Rabu, 27 Juli 2016 – 02:54 WIB
Ilustrasi. Foto: Dokumen JPNN

jpnn.com - BENGKULU - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bengkulu, Mairiyanto SE MM mengimbau agar masyarakat Bengkulu untuk tidak mendaftar kepesertaan JKN kepada orang asing yang tidak bertanggungjawab.

Pernyataan itu ia sampaikan untuk menghindari beredarnya kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) paslu seperti yang dialami ratusan warga di Jawa Barat. 

BACA JUGA: Berani Hadir di Sidang, Ketua DPRD Bogor Dapat Apresiasi

"Memang selama ini belum pernah terjadi, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, kita harus tetap waspada terhadap calo kartu JKN," kata Mairiyanto kepada BE (Jawa Pos Group), kemarin (26/7).

Jika hal ini terjadi, lanjutnya, calo pengedar kartu JKN palsu itu tidak akan bisa meraup keuntungan dari hasil transaksi pembayaran peserta setiap bulannya, sebab kode digit pada kartu JKN hanya dikeluarkan oleh pihak BPJS Kesehatan tanpa sepengetahuan pihak lain.

BACA JUGA: Lagi, 2 Kapal Berbendara Malaysia Ditangkap saat Mencuri Ikan

"Melihat dari kasus yang terjadi di Jawa, keuntungan calo hanya sebatas biaya yang dipungut dari peserta yang baru daftar, selebihnya kartu tidak bisa diakses atau mati karena tidak konek dengan sistem kita," papar Mairiyanto.

Ia membeberkan, kasus yang selama ini menjadi hambatan bukan karena adanya kartu JKN palsu yang diedarkan oleh calo, melainkan dari pesertanya sendiri.

BACA JUGA: Bobot Bocah Tergemuk Hanya Turun 1 Kg

"Yang sering terjadi itu kartu JKN yang tidak aktif, artinya sudah lama tidak membayar. Hal itu menjadi masalah saat pemilik kartu ingin mengaksesnya," terang Mairiyanto.

Ditambahkannya, pihaknya memiliki master file BPJS Kesehatan yang bisa diakses diseluruh fasilitas kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan rumah sakit (RS).

"Nanti dicek sama petugas BPJS yang ada di rumah sakit, kalau pembayarannya menunggak sampai kartunya tidak aktif, pemilik kartu harus segera mengurus pembayarannya," tuturnya.

Pembayaran pun hanya bisa dilakukan di bank, Indomaret dan pihak lain yang telah bekerjasama dengan pihaknya.

"Perlu diperhatikan, setiap transaksi pembayaran ada virtual account (VA), jadi pemilik kartu harus menyimpan VA baik-baik sebagai bukti setor," tegasnya.

Lanjutnya, untuk mengajak warga Bengkulu memiliki kartu JKN selama ini, pihaknya melakukan edukasi dan sosialisasi di tempat-tempat yang telah ditentukan, bukan mendatangi rumah-rumah warga. 

"Sosialiasai pun hanya sebatas memperkenalkan atau menjelaskan mekanisme saja. Jika warga ingin mendaftar langsung ke kantor layanan operasional kabupaten/kota atau ke bank yang  telah bekerjasama dengan kita yaitu Bank Mandiri, BRI dan BNI," paparnya lagi. 

Ia mengimbau, warga Bengkulu yang belum menjadi peserta JKN dan berminat mendaftar agar segera datang ke kantor layanan operasional kabupaten/kota atau menghubungi hotline BPJS Kesehatan di 1500400.

"Jika ada oknum yang mengatasnamakan pihak kita dengan datang langsung ke rumah tanpa menunjukkan identitas yang jelas, jangan dilayani. Jangan sampai warga Bengkulu menjadi korban kartu JKN palsu selanjutnya, kita akan perketat pengawasan peredaran kartu JKN ini," demikian Mairiyanto. (cw4)/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Filipina Menyusup dan Menikah di Sorong


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler