Karyawan Bunuh Diri Setelah Dilecehkan Atasan, Presiden Toyota Motor Langsung Datang Minta Maaf pada Keluarga

Rabu, 09 Juni 2021 – 10:31 WIB
(Kiri) © Getty Images / taa22; (Kanan) © Roberto Machado Noa / LightRocket via Getty Images

jpnn.com, TOKYO - Nama besar Toyota Motor Corporation diterpa kabar tidak sedap baru-baru ini. Kabar itu tentang dugaan pelecehan karyawannya.

Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda pun turun langsung bertemu dengan keluarga pria yang menjadi korban pelecehan oleh sesama karyawannya dan menyampaikan permintaan maaf. 

BACA JUGA: Usai Bacok Anak Kandung, Iwan Malah Coba Bunuh Diri, Begini Jadinya

Korban pria yang berusia 28 tahun itu telah meninggal dunia setelah bunuh diri. Pabrik mobil asal Jepang itu telah mengumumkan sudah menyelesaikan masalah itu dengan keluarga seorang karyawan yang melakukan bunuh diri pada 2017 setelah diganggu oleh bosnya.

Perusahaan telah meminta maaf dan bersumpah untuk menindak pelecehan di tempat kerja.

BACA JUGA: Anak Tebas Leher Sang Ayah Lalu Bunuh Diri dengan Cara Sadis, Ngeri

Sejak Maret 2016, karyawan, yang namanya dirahasiakan itu bekerja di departemen desain kendaraan di kantor pusat pembuat mobil di Toyota, Prefektur Aichi.

Korban secara rutin dilecehkan oleh atasan langsungnya, termasuk dilaporkan dilecehkan secara verbal dengan hal-hal seperti "kamu bodoh," "kamu idiot," dan "kamu sebaiknya mati." 

BACA JUGA: Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Kwon Mina Eks AOA Kembali Gemparkan Warganet

Setelah empat bulan di kantor, ida mengambil cuti selama tiga bulan dan didiagnosis dengan gangguan stres yang bisa menyebabkan depresi, kecemasan, dan menarik diri dari pergaulan. 

Ketika pria itu kembali ke pekerjaannya, dia ditugaskan ke bagian lain, tetapi dilaporkan disuruh duduk di dekat mantan atasannya. 

Setahun kemudian, dia bunuh diri di kamarnya di asrama perusahaan.

Dalam tanggapan tertulis yang dikirim Toyota kepada keluarga setahun kemudian, pabrikan mobil itu mengakui hubungan sebab akibat antara pelecehan dan cuti pria itu, tetapi membantah hubungan antara pelecehan dan bunuh diri, media Jepang melaporkan.

Pada 2019, dewan tenaga kerja regional mengakui kematiannya terkait pekerjaan, kemudain memberikan hak kompensasi kepada keluarganya. 

Pada April lalu, perusahan dan keluarga korban mencapai penyelesaian di luar pengadilan. Akio Toyoda, meminta maaf kepada keluarga secara langsung. 

"Perusahaan menganggap serius kenyataan bahwa nyawa berharga karyawan kami telah hilang dan berjanji untuk mengubah Toyota dengan meningkatkan langkah-langkah pencegahan sambil menjaga putra Anda dalam ingatan kami." ungkap Toyoda. (mcr13/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Gigih Sergius Agasta

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler