Kasihan, Ibu dan Anaknya Dicabuli Putra Pengasuh Pondok

Selasa, 21 Februari 2017 – 20:50 WIB
SF (berkerudung biru) bersama anaknya saat melapor ke Mapolres Jember, Selasa (21/2). SF dan putrinya, Erf mengaku menjadi korban ulah cabul putra pemilik pondok pesantren. Foto: Jumai/Jawa Pos Radar Jember

jpnn.com - jpnn.com - Seorang ibu berinisial SF (29), warga Desa Kencong di Kecamatan Kencong, Jember mendatangi markas kepolisian resor (Mapolres) setempat, Selasa (21/2).

SF bersama anaknya Erf (9) melaporkan AH alias Tpn (27) yang tak lain masih tetangga sendiri. SF merasa telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan Tpn. Bukan hanya SF, anaknya juga menjadi korban ulah Tpn.

BACA JUGA: Kenalan di Medsos, ABG Lugu Digilir 8 Kali

SF menuturkan, Tpn adalah anak seorang pengasuh salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kencong. “Dia (Tpn, Red) anak pengasuh ponpes. Awalnya kelakuannya saya kira baik, ternyata kayak gitu,” ungkap SF kepada sejumlah wartawan.

Peristiwanya bermula saat Tpn menumpang istirahat di rumah SF. Kebetulan pondok pesantren tempat tinggal Tpn tak jauh dari rumah SF.

BACA JUGA: Takut Video Panas Disebarkan, ABG Rela Digituin 50 Kali

“Tpn numpang istirahat di rumah, dengan alasan di pondok katanya bising,” jelas SF.

Karena tidak curiga, SF pun mengizinkan Tpn menumpang istirahat. Bahkan suami SF juga tidak keberatan Tpn beristirahat dan tidur di rumahnya itu.

BACA JUGA: Ibu Titip 3 Anak di Rumah Nenek, Eh Malah Digarap Paman

Namun beberapa hari kemudian, Tpn mulai genit. “Dia sempat bilang suka ke saya, tapi tidak saya tanggapi. Selain saya memang tidak suka, saya juga sudah punya suami,” kata SF.

Namun entah kenapa, lanjut SF, setelah kejadian itu dia merasa mulai suka dengan Tpn. “Saya kayak di-lintrik (guna-guna, red) gitu,” sambungnya.

Sekitar tanggal 27 November 2016, tepatnya saat malam hari, Tpn kembali menumpang istirahat di rumah SF. Kebetulan suami SF sedang tidak di rumah karena sedang bekerja.

Saat itulah SF mengaku ditarik ke dalam kamar oleh Tpn. Meski sudah menolak dan berontak, pada akhirnya Tpn tetap memperkosanya. “Dua kali saya digitukan (perkosa, red),” tegas SF.

Keesokan harinya, Tpn kembali datang ke rumah SF. Saat itu, Tpn meminta tidur di kamar depan.

Selanjutnya Tpn mengajak Erf masuk ke dalam kamar itu. Tpn lantas memberikan handphone miliknya untuk dimainkan Erf di tempat tidur.

Saat itulah Tpn menggerayangi kemaluan Erf.  “Saat saya tanya, anak saya ini ngaku sudah dua kali digituin sama Tpn,” ujar SF.

Karena menganggap kelakuan Tpn sudha kelewatan, SF akhirnya mengadukan kejadian itu kepada suaminya. Puncaknya, suaminya tak terima dan memilih melaporkan kejadian itu kepada polisi.

“Sebenarnya saya juga menjaga nama baik orang tua Tpn. Tapi atas saran dari orang-orang, saya disuruh melapor ke polisi saja,” pungkas SF.(jum/c1/aro/jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibu Ini Pingsan Saat Putrinya Sebut Nama Pelaku


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler