Kasihan, Petani Mulai Rebutan Air

Senin, 25 Mei 2015 – 04:50 WIB

jpnn.com - CIAMIS – Memasuki musim kemarau, debit air di sungai kecil yang ada di Kampung Bantar Desa Sukaraja Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis mulai menyusut.

Akibatnya, para pertani di wilayah tersebut mulai rebutan air untuk mengairi sawahnya agar tidak gagal panen.

BACA JUGA: Bawa Mobil Box Remnya Blong, ya begini jadinya

“Sungai kecil airnya mulai menyusut karena sudah dua minggu lebih tidak ada hujan. Untuk mengairi sawah kami terpaksa rebutan air,” ujar Een Romlah (41) salah satu petani yang ada di wilayah tersebut kepada Radar Tasikmalaya (grup JPNN), kemarin.

Menurut Een, rebutan air bersama petani lainnya ini dilakukan untuk mengairi sawah seluas 100 bata miliknya yang saat ini kurang pemasokan air, hingga terancam gagal panen. “Akibat kondisi kekurangan air ini, padi yang baru umur satu minggu sampai dua minggu pertumbuhanya kurang maksimal. "Bila tidak ada hujan bisa-bisa padinya mati,” tuturnya.

BACA JUGA: Elpiji 3 Kg Terancam Langka

Een mengaku kurang perkiraan dalam memanam padi kali ini karena memasuki musim kemarau. Otomatis modal untuk tanam juga sudah lumayan keluar banyak antara Rp 500 ribuan. “Makanya untuk musim tanam sekarang, kelihatanya akan rugi ,” paparnya.

Di tempat yang sama, Odik (43) petani lainnya mengatakan, tadinya akan tanam padi lagi, namun kodisi cuaca kelihatan akan musim kemarau sehingga mengurungkan niatnya untuk menanam padi kembali dan memilih untuk menanam palawija seperti mentimun dan kangkung. (isr)

BACA JUGA: Bongkahan Batu Motif Kura-kura Dibandrol Rp 1 Miliar

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Sita Enam Ton Kayu Hasil Pembalakan Liar di Riau


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler