Kasus Ahok Bikin Warga Tangerang Waswas Rayakan Imlek

Senin, 23 Januari 2017 – 10:37 WIB
Ilustrasi Imlek. Foto: dok jpnn

jpnn.com - jpnn.com - Polres Metro Tangerang bakal menjaga ketat perayaan Imlek yang digelar di 21 klenteng dan vihara yang ada di daerah tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang mungkin terjadi.

BACA JUGA: Jelang Imlek, Warga Tionghoa Bagi-Bagi Sembako

Rencananya 268 personel kepolisian bersenjata lengkap akan diterjunkan untuk menjaga puluhan tempat ibadah tersebut.

Kapolresta Metro Tangerang, Kombespol Harry Kurniawan mengatakan penjagaan itu guna menjaga kondusifitas perayaan hari besar umat Tionghoa.

BACA JUGA: Glenn Fredly-Ahok Nobar Istirahatlah Kata-Kata

Apalagi, saat ini tengah digelar persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dinilai berpotensi memicu terjadinya gangguan keamanan.

”Kalau yang menjaga 21 vihara 268 polisi, sementara untuk membuat arus lalu lintas lancar saat perayaan Imlek kami juga kerahkan 150 anggota,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (22/1).

BACA JUGA: Meriah Banget, Lampion Dipasang di Penjuru Kota

Harry mengungkapkan, penjagaan lebih ketat akan dilakukan terhadap dua vihara terbesar di Tangerang. Dia juga mengaku akan menempatkan penembak jitu di dua vihara tersebut.

”Kami akan melaksanakan pemeriksaan terhadap pengunjung serta umat yang melaksanakan ibadah pergantian saat Tahun Baru China nanti,” jelasnya.

Mantan Kapolresta Depok ini pun mengaku, telah berkoordinasi dengan Kodim 0506 Kota Tangerang dalam mengatasi penjagaan perayaan Imlek.

Pihaknya pun berharap dengan adanya penjagaan itu meminimalisir adanya gangguan keamanan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretariat Klenteng Khongchu Bio Lili menuturkan, perayaan Imlek 2568 ini diliputi keadaan prihatin.

Karena warga etnis Tionghoa di Kota Tangerang khawatir kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahya Purnama (Ahok) berpengaruh pada kondusifitas di wilayah mereka.

”Tahun ini kami memang sengaja merayakan Imlek sesederhana mungkin. Hanya ada persembahayangan biasa dan organ tunggal saja pada malam Tahun Baru Imlek. Makanya harapan untuk menjaga perayaan dari polisi sedikit lebih aman,” tuturnya.

Dengan adanya penjagaan itu, Lili berharap agar masyarakat di Kota Tangerang dapat menegakkan kembali prinsip Bhineka Tunggal Ika di dalam kehidupan.

Apalagi sikap toleransi itu akan membuat kekuatan dan persatuan masyarakat akan terjaga dan tak mudah dipecahbelahkan dengan cepat.

”Kami juga sangat berterima kasih polisi mau ikut menjaga keamanan perayaan imlek. Yang pasti masalah penistaan agama ini menggangu perayaan hari besar umat beragama manapun,” pungkasnya.(cok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok Jadi Rebutan Penonton Istirahatlah Kata-Kata


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler