Kasus COVID-19 Kembali Melonjak, Singapura Terpaksa Perketat Pembatasan Lagi

Rabu, 21 Juli 2021 – 19:58 WIB
Ilustrasi Covid-19. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SINGAPURA - Singapura akan menghentikan kegiatan makan di restoran dan melarang pertemuan lebih dari dua orang selama satu bulan mulai Kamis (22/7) saat kasus COVID-19 meningkat lebih lanjut.

Peningkatan kasus infeksi virus corona memberikan pukulan bagi rencana pembukaan kembali negara itu.

BACA JUGA: Konon Kelelahan yang Paling Dikeluhkan Perawat Selama Pandemi Covid-19

Langkah pembatasan itu akan ditinjau dalam dua pekan ketika negara itu mendekati targetnya untuk memvaksinasi dua pertiga populasinya pada 9 Agustus.

Kasus baru COVID-19 di Singapura mencapai hampir dua kali lipat pada Senin (19/7) dibandingkan dengan hari sebelumnya.

BACA JUGA: Simak, Nakes Ini Berbagi Tips Menjaga Imun Tetap Baik Saat Merawat Pasien Covid-19

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan sebanyak 184 kasus baru infeksi corona diperkirakan dikonfirmasi pada Selasa.

Dia mengatakan vaksinasi telah selesai untuk setengah populasi Singapura.

BACA JUGA: Selama Juli 2021, Ratusan Perawat Terpapar Covid-19 Meninggal Dunia, Terbanyak di Jatim

Pemerintah Singapura mendorong untuk meningkatkan tingkat vaksinasi di kalangan orang tua. Sebesar 30 persen lansia di negara itu belum divaksin.

Jumlah kasus baru harian COVID-19 Singapura tercatat hanya sebagian kecil dari yang dilaporkan di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Namun, pengetatan langkah pembatasan dilakukan hanya beberapa hari setelah pelonggarannya. Langkah itu merupakan kemunduran bagi Singapura yang ingin bergerak dari pandemi.

"Kita harus melakukan pengetatan langkah pencegahan ini sehingga kita dapat mengurangi tingkat aktivitas kita secara keseluruhan dan memperlambat penularan," kata Lawrence Wong, ketua bersama satuan tugas COVID-19 Singapura.

"Tujuannya sekarang adalah memberi kita waktu sehingga kita dapat memvaksin lebih banyak orang, terutama para manula," ujar Wong.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa setelah situasi stabil, Singapura akan memberlakukan aturan pembatasan yang lebih lunak bagi warga yang telah divaksin.

Singapura telah meningkatkan pengujian COVID-19 setelah muncul klaster penularan di bar karaoke KTV dan pelabuhan perikanan.

Klaster KTV telah menimbulkan kemarahan dan pertanyaan publik atas pengizinan untuk ruang-ruang yang terkenal memfasilitasi prostitusi dan perjudian. Ruang-ruang tersebut untuk sementara diizinkan beroperasi sebagai restoran.

Sementara itu, pemerintah Singapura mengatakan bahwa lembaga-lembaga penegak hukum telah diperketat.

Singapura telah melaporkan lebih dari 63.000 kasus infeksi virus corona secara keseluruhan, yang sebagian besar terkait dengan wabah di asrama pekerja migran tahun lalu. (ant/dil/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler