Kasus Gagal Ginjal Akut Muncul Lagi, Dinkes DKI Minta Orang Tua Lakukan Ini

Jumat, 10 Februari 2023 – 05:58 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti meminta orang tua melakukan sejumlah langkah-langkah ini sebagai antisipasi seiring kembali ditemukannya kasus gagal ginjal akut pada anak. Foto: Ulfa Jainita/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat, terutama para orang tua untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terkait kasus gagal ginjal akut.

Hal ini lantaran Dinas Kesehatan DKI kembali menemukan dua kasus baru Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPAPA), yaitu anak perempuan 13 bulan di Jakarta Timur dan anak berusia 7 tahun di Jakarta Barat.

BACA JUGA: Bareskrim Polri Serahkan Sampel Obat 2 Pasien Pengidap Gagal Ginjal Akut di Jakarta

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti meminta orang tua lebih disiplin untuk memakaikan masker kepada sang anak, menghindari orang sakit, menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan.

“Jika menemukan anak (terutama balita) demam, sebelum memberikan obat penurun panas, pahami tatalaksana (cara mengatasi) demam pada anak yang dapat dilakukan di rumah tanpa obat,” ucap Widyastuti dalam keterangannya, Kamis (9/2).

BACA JUGA: Gagal Ginjal Akut, Pakar Sarankan Pemerintah Tetapkan Status KLB

Widyastuti menyebutkan gagal ginjal akut dapat terjadi akibat beberapa faktor, antara lain kondisi syok karena kekurangan cairan yang berat, kerusakan ginjal akibat infeksi, toksin, dan methanol, serta sumbatan saluran kemih pada tumor.

Saat ini, Dinkes DKI Jakarta bersama lintas instansi dan para ahli masih mencari sumber penyebab GGAPAPA pada kedua kasus tersebut.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan lebih waspada dengan menjaga kesehatan keluarga sebagai upaya pertama pencegahan agar anak tidak terserang penyakit.

“Langkah awal yang bisa dilakukan orang tua jika anak demam adalah mengukur suhu tubuh menggunakan termometer. Dikatakan demam, jika suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius atau lebih,” jelasnya.

Jika anak mengalami demam, terlebih dahulu lakukan kompres dengan air hangat.

Kemudian menghindari pemakaian baju berbahan tebal, penuhi kebutuhan cairan dengan memberikan cukup minum, menerapkan pola hidup sehat, konsumsi makanan lengkap dengan gizi seimbang, dan hindari konsumsi obat-obatan golongan obat keras terbatas tanpa resep dokter.

“Deteksi dini GGAPAPA dapat dilakukan dengan memantau jumlah dan frekuensi buang air kecil anak yang sedang sakit. Jangan abai jika anak tidak buang air kecil seperti biasanya,” pesannya.

Bila terjadi penurunan jumlah air seni dalam 24 jam atau bahkan sama sekali tidak buang air kecil dalam 12 jam, masyarakat diminta segera datang ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler