Kasus Guru Honorer Ganteng Dimutilasi: Diduga Kuat Ada Motif Asmara

Sabtu, 06 April 2019 – 07:41 WIB
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Foto: Aryo Mahendro/JawaPos.com

jpnn.com, SURABAYA - Penyidik Polda Jatim masih mendalami motif utama pembunuhan sadis disertai mutilasi dengan korban guru honorer di SDN Banjarmlati, Kediri, bernama Budi Hartanto. Dugaan sementara, yang paling kuat memang motif asmara.

Kendati begitu polisi masih enggan buru-buru menyimpulkan. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menyebut ada tiga dugaan motif yang menjadi latar belakang mutilasi itu. Yakni perampokan, ekonomi, dan asmara.

BACA JUGA: Tentang Budi, Guru Honorer dan Operator Dapodik yang jadi Korban Mutilasi

Pembunuhan keji itu bisa saja bermotif perampokan jika berdasar pada hilangnya barang-barang berharga milik Budi.

Di antaranya satu unit laptop, handphone, dan sejumlah uang. Hilangnya sejumlah barang itu juga memperkuat dugaan motif ekonomi.

BACA JUGA: Budi Korban Mutilasi, Naksir Perempuan tapi Minder karena Guru Honorer

Selain itu, polisi juga memunculkan motif asmara. Dugaan itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan sejumlah saksi.

BACA JUGA: Tentang Budi, Guru Honorer dan Operator Dapodik yang jadi Korban Mutilasi

BACA JUGA: 7 Fakta Kasus Guru Honorer Ganteng di Kediri Dimutilasi

”Kami kerucutkan. Dari 14 saksi yang diperiksa, kami berkeyakinan untuk menghilangkan motif perampokan dan ekonomi. Kami masuk pada hal yang berkaitan dengan asmara,” ujar Barung.

Barung mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi, ada dugaan korban memiliki orientasi seksual yang berbeda. Namun, itu baru dugaan sementara. ”Termasuk yang dugaan bahwa korban penyuka sesama jenis, itu belum bisa disimpulkan,” tuturnya.

Hingga saat ini, Polres Kediri dibantu Subdit III Jatanras Polda Jatim masih mengumpulkan bukti dan petunjuk di lapangan. Pencarian kepala korban juga masih dilakukan. ”Belum ditemukan (kepala korban),” ujar Kasubdit Jatanras AKBP Leonard Sinambela.

Leo menyatakan, pihaknya masih fokus mengumpulkan petunjuk untuk menemukan pelaku. Sebab, hingga saat ini orang yang memutilasi tubuh korban masih belum teridentifikasi.

”Banyak dugaan dan spekulasi yang beredar. Tapi kami ingin fokus pada proses penyelidikan berdasarkan bukti dan petunjuk yang objektif di lapangan,” tuturnya.

Yang jelas, ada satu orang yang sedang dicari. Dia adalah orang yang mengajak korban bertemu setelah latihan di sanggar senam, Selasa malam (2/4).

Sebelumnya polisi telah memeriksa satu orang berisial IR. Kepada polisi IR mengaku bahwa dirinya diajak makan oleh Budi. Namun dia belum sempat bertemu dengan Budi. Hingga akhirnya Budi menghilang dan ditemukan tewas.

Artinya, ada orang lain selain IR yang bertemu dengan Budi malam itu. ”Itu yang sedang kami cari,” jelas mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 itu belum bisa menyimpulkan terkait motif pelaku. Hal itu akan diungkap setelah pelaku berhasil ditangkap.

”Memang ada dugaan motif asmara. Bahkan, ada yang menduga korban punya teman dekat, dalam tanda kutip pria (pasangan sesama jenis, Red). Tapi, itu belum bisa dibuktikan secara objektif. Kami masih dalami hal itu,” tutup Leo.

BACA JUGA: Pemerintah Pusat Ingin Terlihat sebagai Dewa Penolong Honorer K2

Seperti diketahui, guru honorer SDN Banjarmlati 2 Kediri, Budi Hartanto ditemukan tewas di Kali Termas Lama, Desa Karanggondang, Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4).

Budi dibunuh kelewat sadis. Jenazahnya dimasukkan ke dalam koper dalam kondisi telanjang. Tak hanya itu, jasadnya juga ditemukan tanpa kepala. (Arif Adi Wijaya/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merasa Dilecehkan, Oknum Mahasiswa Mutilasi Paulina


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler