Kasus Mayat Wanita dalam Karung di Bandung, Tetangga Sempat Mendengar Suara Begini

Jumat, 09 Juni 2023 – 11:12 WIB
Petugas membawa kantong jenazah berisi mayat yang ditemukan di kamar kontrakan di alan Raya Cijerah, Gang Family, RT 02 RW 05, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (7/6). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Kasus penemuan mayat wanita terbungkus karung dalam kamar kontrakan di Jalan Raya Cijerah, Gang Family, RT 02 RW 05, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung pada Rabu (7/6) bikin gempar.

Polisi mengidentifikasi mayat tersebut adalah seorang perempuan dengan inisial EP yang diduga korban pembunuhan.

BACA JUGA: Mayat Wanita Tak Dikenal Itu Membawa Tas Cokelat, Tanpa Baju

"Setelah pengecekan tim Inafis dan olah TKP, memang itu telah teridentifikasi mayat inisial EP, diduga korban 338 atau pembunuhan,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono, Kamis (8/6).

Namun, dia membantah kabar beredar bahwa perempuan itu merupakan korban mutilasi.

BACA JUGA: Kasus Anggota Brimob Dimintai Setoran oleh Kompol Petrus, Reza Membandingkan dengan Teddy Minahasa

"Korbannya perempuan, tidak ada mutilasi,” ucapnya.

Mayat EP Ditemukan Pemilik Kontrakan

Penemuan mayat perempuan itu pertama kali dilaporkan oleh pemilik kamar kontrakan yang mencurigai adanya aroma tak sedap dari dalam kamar.

BACA JUGA: Polda Kaltim Harus Mengusut Tuntas Pencurian CPO oleh Haji Laba Cs

Kecurigaan itu dilaporkan kepada petugas setempat. Setelah dilakukan pengecekan dengan membuka kamar, ditemukan sebuah karung mencurigakan.

"Saya disusul sama anak dan cucu disuruh buka pintu kontrakan, saya buka kamar kontrakannya, tahu-tahu ada barang (karung) ditaruh, terus saya bilang ke Pak RT," kata pemilik kontrakan Sugeng Nurhafif ditemui di lokasi.

Sugeng menyebut posisi karung tertutup oleh kasur dan ketika dibuka, kondisi kamar kontrakan pun cukup berantakan ketika dibuka.

"Kondisi kamar acak-acak, tidak ada bercak darah," ucapnya.

Kesaksian Tetangga Korban

Warga di sekitar kamar kontrakan tempat ditemukannya mayat EP dalam karung di Bandung, mengaku sempat mendengar suara pertengkaran pada Senin (6/6), atau dua hari sebelum penemuan korban.

Tita Nurmala (30), warga Gang Family mengatakan pada Senin pagi itu dia yang baru pulang dari rumah tetangganya, mendengar suara cekcok dari dalam kamar kontrakan.

"Pada waktu saya mendengar hari Senin jam 7 pagi, saya setelah pulang dari rumah Pak RW, pas saya dengar suara dalam bahasa Sunda," kata Tita ditemui JPNN di lokasi, Kamis (8/6).

Tita mendengar percekcokan pasangan suami istri menggunakan bahasa Sunda. Suara perempuan yang terdengar seperti merintih kesakitan.

"Suaranya 'ayah abdi hampura, abdi hampura. Allahuakbar, Astaghfirullah' (ayah saya minta maaf, saya minta maaf)," ucap Tita menirukan suara yang dia dengar.

Kejadian itu sempat diberitahukan Tita kepada warga lainnya. Namun, mereka bisa berbuat banyak karena mengira itu adalah permasalahan rumah tangga.

"Pas saya mau ketuk (pintu), ah takut ikut campur, terus saya pulang lagi. Nah, ada yang keluar (tetangga) terus saya tanya 'ada apa bu? Itu ada yang bertengkar', tetapi, ya, sudah saja dari situ enggak ada suara lagi," jelasnya.

Menurut Tita, saat mendengar cekcok, dia tidak mendengar suara pria dari dalam kamar, hanya suara perempuan yang sedang merintih kesakitan.

"Jelas sekali, tetapi saya enggak mendengar suara cowoknya," ujarnya.(mcr27/jpnn)

Artikel ini dilansir dari JPNN Jabar dengan judul: Kasus Mayat Dalam Karung di Bandung, Warga Sempat Dengar Suara Pertengakaran


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler