Kaum Muda itu Harapan Bangsa, Bukan Malah Jadi Masalah Bagi Negara

Sabtu, 30 Oktober 2021 – 23:09 WIB
Tangkapan layar - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Cak Nanto). Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto (Cak Nanto) mengingatkan pemuda merupakan harapan bagi masa depan bangsa, bukan malah menjadi masalah bagi negara.

Karena itu, pemuda Indonesia harus mampu membuktikan diri dapat bersaing dengan generasi muda dari negara lain, terutama menghadapi revolusi industri 4.5.

BACA JUGA: Anak anak Merasakan Suhu 7 Kali Lebih Panas Dibanding Generasi Sebelumnya

"Jadi (pemuda Indonesia) harus optimistis dan membuktikan diri. Anak muda itu harapan, bukan menjadi masalah bagi negara," ujar Cak Nanti pada diskusi 'Sumpah Pemuda 28 Oktober Memasuki Revolusi 4.5' yang diselenggarakan Jakarta Journalist Center, Jakarta, Sabtu (30/10).

Menurut Cak Nanto, pemuda Indonesia sedang menghadapi persaingan global.

BACA JUGA: Komitmen Menteri Johnny Tegas Banget Memberantas Pinjol yang Meresahkan Masyarakat

Para generasi muda harus mempunyai semangat ke-Indonesiaan di tengah derasnya arus budaya dan informasi dari luar.

Dia menilai situasi ini berbeda dengan 93 tahun lalu, saat para generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara menyatakan Sumpah Pemuda.

BACA JUGA: Teroris Jangan Harap Dapat Tumbuh di Daerah ini, Ada Beginian

Ketika itu para pemuda masih berjuang menggunakan bambu runcing untuk melawan penjajah.

"Berjuang di masa kini tidak bisa dilakukan model lama, tetapi ditanamkan tetap menjadi satu kesatuan dengan yang lain."

"Keyakinan bersama untuk membangun bangsa. Anak muda memiliki spirit tinggi dan diharapkan menjadi salah satu tonggak masa depan, sehingga semangat ke-Indonesian terus tumbuh menjadi kekuatan," katanya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Papua Barat Armando Rilon Idorway menilai pentingnya pemuda Indonesia untuk tetap belajar cinta kepada Tanah Air.

"Kami melakukan kegiatan politik kebangsaan, meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta NKRI. Kami melakukan kegiatan positif, membangun Papua dalam bingkai NKRI," tuturnya.

Armando menegaskan Karang Taruna Papua siap menghadapi Revolusi Industri 4.5, dengan melakukan perubahan tanpa meninggalkan budaya dan adat istiadat Papua dan NKRI.

Webinar kali ini turut diikuti Andi Wahyudin dari Pandawa Nusantara dan Kaula Fahmi, perwakilan anak muda Indonesia berprestasi yang saat ini kuliah di Chongqing University Tiongkok.(gir/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler