Kawal Peningkatan Produksi Tebu dan Swasembada Gula, Ditjen Perkebunan Gandeng TNI

Jumat, 11 November 2022 – 09:36 WIB
Kerja sama TNI dan Ditjen Perkebunan. Foto: dok. Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan produksi gula nasional dalam hal ini gula kristal putih (GKP).

Di antaranya sinergisitas antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan TNI

BACA JUGA: Petani Tebu Magetan Dukung Firli Maju Capres 2024 Demi Wujudkan Swasembada Gula

Sinergisitas ini dalam rangka mendukung program Kementan khususnya gula untuk mencapai swasembada gula konsumsi 2025 dalam rangka mencapai pembangunan perkebunan dengan moto “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.”

“Kita ketahui bersama subsektor perkebunan memegang peranan yang cukup penting dalam pertanian di Indonesia bahkan perkebunan sebagai salah satu sektor penopang devisa negara,” ungkap Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Ditjen Perkebunan, Kementan, Ardi Praptomo.

BACA JUGA: Program Makmur Tingkatkan Pendapatan Petani Tebu di Kediri

Ardi mengungkapkan salah satu subsektor perkebunan yang sangat penting adalah tanaman tebu.

Sebab, hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gula konsumsi.

BACA JUGA: DPR Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Tebu

"Kondisi saat ini kebutuhan gula nasional sebesar 7,3 juta ton yang mana kebutuhan gula konsumsi berkisar 3,2 juta ton setahun dan kebutuhan gula industri sebesar 4,1 juta ton sedangkan produksi dalam negeri berkisar 2,35 juta ton. Ini ada defisit kebutuhan sebesar 850 ribu ton. Oleh karena itu Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki program prioritas yaitu Percepatan Swasembada Gula Konsumsi TA. 2025," papar Ardi.

Melalui program itu, Ardi menargetkan areal untuk memenuhi kebutuhan 850 ribu ton adalah kegiatan perluasan 75 ribu ha di luar Pulau Jawa.

"Sedangkan Rawat Ratoon 125 ha dan Bongkar Ratoon 75 ribu ha difokuskan di Pulau Jawa," sambungnya.

Pada 2022 ini, menurutnya, dalam rangka program swasembada gula konsumsi telah dialokasikan kegiatan seluas 4.800 Ha terdiri dari perluasan seluas 1.310 Ha, dan Rawat Ratoon seluas 3.490 Ha yang tersebar di satker pusat dan daerah.

Adapun untuk Kabupaten Bantul dialokasikan kegiatan Rawat Ratoon dengan luas 50 Ha.

Melalui program ini Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana produksi kepada petani penerima bantuan dalam bentuk Natura. 

"Di antaranya yakni berupa  pupuk majemuk sebanyak 400 kg/ha, oembenah tanah 13 liter/ha, herbisida 4 liter/ha dan khusus untuk kegitan perluasan memperoleh bantuan benih sebanyak 60.000 mata/ha dan bantuan biaya perluasan sebanyak 23 HOK/ha," urai Ardi

Menurut Ardi, dengan adanya PKS antara Ditjen Perkebunan dengan TNI ini maka sarana produksi yang sudah tersalurkan dapat dilakukan pengawalan, pengamanan dan monitoring pada saat pelaksanaan aplikasi di lapangan oleh petani.

"Dengan adanya peran serta Tentara Nasional Indonesia dalam hal ini Babinsa yang merApukan unjuk tombak di tingkat desa bisa memeberikan rasa aman, nyaman dan tentram bagi petani dalam menjalankan aktivitas kegiatan di lapangan," pungkas Ardi.

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
TNI   ditjen perkebunan   gula   Tebu  

Terpopuler