Kebiasaan Mengorek Telinga Dapat Menyebabkan Ketulian

Jumat, 06 Maret 2015 – 03:18 WIB
Ilustrasi

jpnn.com - TELINGA sangat mudah sekali kemasukan debu atau kotoran sehingga menyebabkan gatal, bahkan keluar cairan yang umumnya disebut congek. Jika Anda mengalami hal tersebut, jangan membersihkan kotoran pada telinga menggunakan korek kuping (cotton bud), sebaiknya anda memeriksakan segera ke Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

Karena jika Anda sering menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, akan menyebabkan kerusakan pada gendang telinga bahkan ketulian. Cotton bud tidak bisa membersihkan telinga melainkan kotoran itu terdorong ke dalam sehingga menyumbat telinga. Jika telinga sudah tersumbat kotoran, maka akan menyebabkan ketulian.

BACA JUGA: Mengenal Melasma pada Wanita Hamil

Menyadari pentingnya menjaga kesehatan telinga PT. SOHO Global Health mengadakan talkshow edukasi kesehatan yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Telinga Sedunia (International Ear Care Day 2015) yang jatuh pada 3 Maret, di Rumah Sakit Khusus THT KL Proklamasi, Jakarta, Kamis (5/3).

“SOHO Global Health akan terus memberikan produk herbal berkualitas terbaik untuk Indonesia lebih baik terutama untuk kesehatan telinga” tutur Vice President Sales And Marketing Professional Product PT. SOHO Global Health, Sugiharjo. 

BACA JUGA: Barongsai Extra Joss Meriahkan Cap Go Meh 2015

Radang telinga tengah (otitis media) terjadi pada telinga bagian tengah yang dapat bersifat akut atau kronis. Peradangan ini biasanya diawali dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga bagian tengah melalui saluran eustachius. Saluran eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga bagian tengah dengan rongga di belakang hidung dan tenggorokan bagian atas. 

Otitis Media terbagi menjadi 2 jenis, yaitu radang telinga akut (otitis media akut) atau keadaan dimana terdapat cairan yang menghambat saluran di dalam telinga yang disertai gejala infeksi oleh bakteri yang melalui saluran eustachius, sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, kemudian tersumbatnya saluran dan terbentuknya nanah di dalam telinga tengah akibat perlawanan sel darah putih terhadap bakteri. 

BACA JUGA: Ini Underwear Antipemerkosaan Peninggalan Belanda

Pembengkakan di sekitar saluran eustachius juga menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah yang terkumpul di belakang gendang telinga. Otitis media akut ini biasanya terjadi secara tiba-tiba dan berdurasi pendek. 

“Otitis Media sering terjadi pada bayi dan anak-anak karena keadaan saluran tuba-nya lebih lurus, dekat dan lebar, serta kekebalan tubuhnya belum sempurna. Karena itu ketika terjadi infeksi di saluran pernapasan atas, misalnya batuk pilek atau influenza maka kuman akan lebih  leluasa untuk mencapai rongga tengah” tutur Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung &Tenggorok) sekaligus salah satu Pendiri Rumah Sakit Khusus THT – Bedah KL Proklamasi Prof. Dr. Zainul A. Djaafar. 

Meski dapat diderita oleh orang dewasa, Otitis Media justru lebih rentan diderita oleh anak anak, berdasarkan data survey dari WHO ( World Health Organization ), diperkirakan 90 persen manusia pernah mengalami Otitis Media yang terjadi sebelum umur 2 tahun dan puncak insidens kedua adalah tahun pertama sekolah dasar. (mg2/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kerutan Muncul di Ujung Mata dan Kulit, Anda Kekurangan Antioksidan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler