Kebiasaan Menikah Dini di Daerah Terisolir

Kamis, 29 Oktober 2009 – 06:11 WIB
Di Jorong Mawar Nagari Lubuk Jantan, Lintau Buo Utara, Tanahdatar, kebanyakan wanitanya nikah muda, rata-rata 14 tahun. Tampak Koasdim 0307 Tanahdatar Mayor Infanteri Munardi bersama rombongan foto dengan salah satu ibu muda. (foto-gusti ayu-padek)

Bagaikan bunga kembang tak jadi, itu mungkin gambaran yang pas untuk gadis- gadis di Jorong Mawar  Nagari Lubuk Jantan Lintau Buo Utara Kabupaten TanahdatarBagaimana  tidak di usianya yang baru 14 tahun meskinya mereka duduk di bangku sekolah namun ternyata mereka harus diam dirumah untuk mengurus suami dan dua atau tiga anak mereka

BACA JUGA: Ketut Liyer; Sosok Penting dalam Film Eat, Pray, Love yang Dibintangi Julia Roberts (2-Habis)

Kemiskinan dan keterisolasian membuat pengaruh “magig ITB’ semakin menenggelamkan kehidupan masyarakat di Jorong Mawar
Mungkinkah  pengaruh “magig ITB bisa hilang di bumi Tuangku Lintau?

Gusti Ayu Gayatri-Padang

Matahari bersinar dengan cerah saat wartawan JPNN memasuki  Jorong Mawar.  Kecamatan Lintau Buo sendiri berada 40 km dari Batusangkar, namun untuk  menembus Jorong Mawar harus menempuh perjalanan kurang lebih 20 km lagi dari Lintau Buo Utara

BACA JUGA: Ketut Liyer; Sosok Penting dalam Film Eat, Pray, Love yang Dibintangi Julia Roberts (1)

Hal pertama yang bisa kita saksikan saat memasuki Jorong Mawar itu adalah batang sungai yang berair keruh
Sungai itulah yang dipergunakan bocah- bocah kecil yang berseragan merah putih di jorong itu untuk mandi

BACA JUGA: Setelah Kalah Telak, Janji Bikin Ending yang Indah



Mereka terlihat begitu gembira, walaupun air yang mereka gunakan kontan terkena penyakit dan kuman-kumanMereka meletakan pakaian seragam mereka diatas sebuah batu dan berenang seperti ikan, lain lagi dengan anak dara dari jorong mawar mereka lebih memilih segera pulang sekolah dibanding harus bermainDengan menempuh  perjalanan kaki selama 3 jam dari sekolah  ke tempat tinggal mereka, tak terlihat rasa lelah diwajah mereka, senyum ceria khas anak- anak tetap tersungging di bibir mereka.  Hampir sebagian besar siswa- siswi di jorong mawar ke sekolah hanya menggunakan sandal.  

Jalan baru yang dibuka TMMN ( TNI Manunggal Membangun Nagari) masih begitu licin namun tak membuah bocah- bocah kecil itu terjatuhBagi mereka kehadiran jalan tersebut sangat membantu mereka untuk mempersingkat jarak sampai ke sekolah Sesekali mereka bernyanyi dan tertawa bersama menuju ke tempat tinggal merekaPemukiman masyarakat jorong mawar terpencil- pencilSehingga setelah 1 km atau 2 km berjalan  barulah bisa ditemukan rumah- rumah pendudukItupun rumah yang ditemukan hanya tiga atau dua rumah saja dan untuk masuk ke perkampungan lainnya kita juga harus menempuh perjalanan  berapa km lagi

JPNN memulai perjalannya diawali dari Batang Ungkang bersama Kepala Badan Taskim PMPKB Kabupaten Tanahdatar  Datuak Panduk dan Kosdim 0307 Tanahdatar Mayor Infanteri Munardi , kemudian ke Padang runggo dan Puangan.  Konon kabarnya di dusun Puangan ini  merupakan tempat pembuangan para masyarakat yang menentang kerja rodi yang dilakukan oleh Belanda.Barulah setelah menempuh perjalanan  selama  lebih dari  5 jam perjalanan kaki barulah bisa kembali sampai ke  tempat semula

Di dalam  rumah warga yang rata-rata berdindingkan anyaman dan papan, pemilik rumah mengintip dengan malu- maluRata-rata mereka masih berusia belia dan mengendong balita di pangkuannyaTak hanya itu di dalam  rumah yang sempit itu juga ada dua orang balita lagiTernyata balita- balita itu adalah anak mereka sendiri.

Dalam kehidupan masyarakat jorong mawar ternyata  menikah muda sudah menjadi sebuah kebiasaanBahkan kawin cerai dan kawin lagi sudah menjadi hal yang biasa bagi warga jorong ituMasyarakat di sana sudah terpengaruh dengan pengaruh “magig ITB”ITB sendiri adalah istilah umum yang dipakai oleh masyarakat sekitar untuk mengambarkan keinginan dari para remaja di   jorong mawarITB adalah  kepanjangan dari “ Ingin Tidur Berdua”Kondisi inilah yang membuat gadis belia di jorong mawar untuk segera membina mahligai rumahtangga di usia yang masih sangat mudaKendati rentan pernikahan mereka hanya seumur jagung Dalam hitungan  bulan mereka menjanda dan kemudian dalam hitungan bulan lagi mereka menikah kembali.

Tidak hanya itu, puluhan orang yang ditemui JPNN di lokasi mengaku tidak tahu dengan diangkatnya mantan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi menjadi Mendagri, bahkan  pelantikan Presiden dan Wakil Presiden  beberapa waktu lalu mereka juga tidak tahu.  Panasnya bursa pemilihan presiden dan meriahnya pemilihan menteri idol ternyata tak terdengar gaungnya  ke Jorong yang memiliki 2000 jiwa ini

“ Ini semuanya anak saya buk" Saya memang menikah usia muda dan tidak hanya saya saja yang melakukannya seluruh gadis di jorong sini semuanya melakukannyaDi sini transportasi susah dan kami tidak ada hiburan makanya usia muda kami telah menikahKami  menikah atas keinginan sendiri , jika sudah ada yang cocok, umur muda pun kami akan menikah,” ucap Nurhayati warga jorong mawar kepada JPNN kemarin.

Ia juga menuturkan,  tak hanya transportasi  yang susah di jorong mawar itu, bahkan fasilitas kesehatan masih menjadi barang mahal bagi masyarakatSampai dua orang anaknya lahir tidak satupun dengan bantuan bidan namun dukun beranak“ bidan susah mancarinyo buk, awak alah sakik- sakik ka malaian ternyato bidan indak ditampekAwak jo dukun beranak sajo, awak indak adoh pernah memeriksa kehamilan“ Bidan susah dicarinya , saya sudah sakit mau melahirkan, ternyata ketika dicari bidan tidak ditempatMakanya saya dengan dukun beranak sajaSelama kehamilan saya tidak pernah periksa,” ucapnya.

Hal yang sama juga diucapkan oleh Rahma, warga lainnya, telah tiga anaknya namun tak satupun melahirkan dengan bidan“ Baa juo lai buk, kama pulo kami mancari bidanTransportasi sajo sulitSyukurlah sekarang ada pembukaan jalan  ( Mau bagaimana lagi buk, di sini transportasi sulit, syukurlah sekarang ada pembukaan jalan),” ucapnya.

Lain lagi cerita susi, warga lainnya ia pernah mengalami kesulitan dalam melahirkan anak pertamanya Saat itu bayi yang dilahirkannya sunsang.  Bayi dalam kandungannya meninggal dalam perutNamun katanya dukun beranak bisa membuat anaknya hidup lagi dengan meniupkan saluang ke tali pusar anaknya“ Dulu anak awak ko buk, mati dalam perut tapi syukurlah lai hidup anak wak  balik, inyo ambuihkan salung ka tali pusek anak awak( Dulu anak saya sudah mati dalam perut tapi syukur bisa hidup lagi karena dihembuskan salung ( semacam alat musit  tiup-red) ke tali pusarnya.), ” ucapnya polos.

Ditanya kenapa menikah di usia muda yang masih belia" Dengan malu- malu ia menjawab di jorong mawar sudah menjadi kebiasaan “ Alah tradisi disiko bukKalau alah dapek jodohnyo tu wak kawin lai.Apo juo yang kaditunggu laiDisiko sepi buk, ndak adoh hiburan, kalau malam kan tampak dek ibuk kalam di siko,” ucapnya  sambil tersenyum

Wakil Bupati Tanahdatar Aulizul Syuib berharap dengan dibukanya keterisolasian Jorong Mawar berkat TMMN ke 83 diharapkan pola pikir masyarakat di jorong itu berubah dan tidak ada lagi remaja di jorong mawar yang menikah diusia belia“ Tradisi yang terjadi saat ini di jorong mawar harus dirubahJangan ada lagi siswi-siswi  di jorong mawar menikah mudaKejarlah pendidikan itu setinggi- tingginya Jorong mawar bisa mengejar ketertinggalannyaBangkitlah mengejar ketertinggalan dan tinggal kebiasaan lama di jorong mawar,” ucapnya

Pagi telah berganti siang dan siangpun telah berganti malam, denyut nadi tanda- tanda sebuah kehidupan di jorong mawar nyaris tak  terlihatJika malam datang mereka hanya menggunakan lampu teplok  dan lilin sebagai peneranganHanya suara jangkrik yang dari siang sampai malam yang masih terdengar di jorong mawar ituSatu-satunya hiburan masyarakat di jorong itu hanya hiburan yang di datangkan  oleh Pemkab TanahdatarJika hiburan datang mereka akan bergerombol di tengah lapangan, berjoget bersama dan menyanyi

Mereka datang dengan membawa balitaNamun jika tidak ada hiburan, jorong mawar kembali  bisu, tak terdengar suara teriakanHanya bunyi jangkrik-jangkrik  yang tetap setia menjadi teman dan hiburan di kala malam.  Pukul sudah menunjukan pukul 00.00 WIB mata tak bisa terpejam, hidup dalam kegelapan memang terasa tak nyaman, apalagi tak ada hiburanSemoga dengan dibukanya keterisolasian jorong mawar, mawar- mawar di jorong mawar tidak lagi menjadi kembang tak jadi namun bisa melahirkan kartini-kartini baru dalam gelap terbitlah terang.***

BACA ARTIKEL LAINNYA... Linda Bolak-balik Berkas, Andi Atur Wartawan


Redaktur : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler